
Serikat Buruh Indonesia di Hongkong Sentil Kepala BP2MI yang Sibuk Berpolitik
Jakarta - Ketua serikat pekerja migran Indonesia di Hongkong (Union of United Domestic Workers) menyayangkan kepala badan pelindungan pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang dinilai malah sibuk berpolitik dibanding menyelesaikan pekerjaan sebagai kepala badan pelindungan PMI.
"Banyak kasus yang tidak ditangani dengan baik bahkan tidak tahu kejelasanya, sekarang kog malah sibuk mengurusi politik tapi lupa dengan tanggungjawabnya sebagai kepala BP2MI," keluhnya dalam unggahan medsos resminya.
Lebih lanjut, ia mengungkap beberapa kasus kelebihan biaya atau overcharging beberapa PMI yang bekerja di Hongkong namun hingga kini belum tertangani dengan baik.
"Saya berada di Hong Kong dan masih memiliki kasus overcharging yang sudah kami adukan ke BP2MI, tapi sayangnya sampai sekarang tidak ada kejelasan kelanjutan kasus tersebut," tambahnya.
Ia juga menambahkan biaya penempatan yang masih sangat tinggi juga dialami oleh sesama PMI yang saat ini bekerja di Hong Kong padahal semestinya sudah tidak ada beban biaya apapun.
"Masih banyak teman-teman PMI yang dibebani biaya penempatan yang sangat tinggi, padahal seharusnya mereka dibebaskan dari biaya penempatan sesuai aturan yang diterbitkan oleh BP2MI yaitu Peraturan nomor 9 tahun 2020 tentang pembebasan biaya penempatan PMI," tegasnya.
Pembebasan biaya atau zero cost dinilai hanya sekedar wacana dan tidak teealisasi dengan baik.
"Zero cost /zero placement fee hanya sekedar wacana saja dan membodohi PMI alias omong kosong," pungkasnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



