
Tiket Kereta Cepat Sudah Bisa Dipesan, Netizen: Ga Worth It!

VoiceIndonesia.co, Jakarta - Kereta cepat Whoosh mengumumkan tarif untuk satu kali perjalanan dari Halim ke Tegalluar atau sebaliknya.
Dilansir dari laman resminya, Minggu, 15 Oktober 2023, tiket kereta cepat Whoosh ini bisa dipesan saat pertengahan di bulan Oktober.
"Info menarik buat Sobat yang pengen naik Kereta Cepat Whoosh dengan jadwal keberangkatan mulai 18 Oktober 2023," tulis akun Instagram @keretacepat_id.
Tiket ini bisa dipesan melalui berbagai macam platform yang tersedia. Seperti ticket.kcic.co.id, loket atau vending machine di Stasiun yang dibandrol tiga ratus ribu rupiah.
"Kereta cepat Whoosh tarifnya Rp300.000 dan sudah free KA Feeder menuju Stasiun Cimahi dan Bandung," lanjut akun @keretacepat_id.
📖 Baca Juga ↗Kerja Delapan Tahun di Taiwan, Begini Cerita Trisna Nia dengan MajikannyaPengumuman tarif dan jadwal keberangkatan tersebutpun ramai direspons netizen.Hingga artikel ini ditulis sudah ada 1854 komentar.
Sebagian netizen mengatakan bahwa dengan harga yang dibandrol mahal. Namun ada juga yang menerima harga yang ditentukan.
"Jelas kemahalan. Ngga worthed. Mending pake mobil sendiri, bisa mampir-mampir macet ga seberapa. Sekali jalan kebawa banyak orang. Naek Kereta 300 per orang, 1 keluarga 7 orang 2,1 juta. Jelas ini kereta bukan untuk rakyat menengah kebawah. Buang-buang duit negara saja," tulis salah satu akun.
"Jalan bertiga, dompetnya ikut whoosh," timpal akun lainnya.
"Worth it sih ini, waktu tempuh yang cepet dan include sama tiket KA Feedernya ditambah cuma selisih 50K sama Gopar," kata salah satu akun.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



