
TKN: Kinerja Prabowo Sudah Sesuai Program kerja Presiden Jokowi

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nurul Arifin, menyatakan kinerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sudah berjalan optimal dan sesuai dengan berbagai program kerja yang diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo.
"Penilaian semalam (Debat Ketiga Capres Pemilu 2024) tidak berbasis data dan asal ngomong. Berbagai program kerja yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi untuk Pak Prabowo berhasil dijalankan dengan baik," kata Nurul Arifin saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Anggota Komisi I DPR RI itu menilai bahwa seluruh program di bidang pertahanan telah dijalankan secara baik oleh Prabowo Subianto, di antaranya diplomasi pertahanan, pengembangan industri pertahanan, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, hingga pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang pertahanan.
Baca Juga : Jubir TKN Ingatkan Peran Prabowo Selamatkan PMI Dari Hukuman Mati
"Pak Prabowo pada tahun 2023 juga berhasil menjadi ketua ASEAN Defence Minster’s Meeting dan berhasil menerbitkan delapan dokumen penting untuk menjaga kedamaian, kesejahteraan, serta keamanan, terutama di wilayah kawasan," jelas Nurul.
Pada berbagai pertemuan multilateral tersebut, tambahnya, Prabowo secara aktif mendorong agenda kemanusiaan, khususnya terkait dengan Palestina pada Chairman’s Statement of the ASEAN Defence Ministers’ Meeting on the Situation in the Middle East.
Selain itu, Prabowo sebagai menhan juga telah mengembangkan industri pertahanan Indonesia, salah satunya menggabungkan BUMN industri pertahanan ke dalam satu perusahaan induk bernama DEFEND ID, di mana perusahaan itu terdiri atas PT LEN Industri, PT Pindad, PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, dan PT PAL Indonesia.
"Hasilnya pun jelas terlihat, di mana PT Pindad berhasil memproduksi kendaraan taktis bernama Maung dan PT PAL yang berhasil memulai pembangunan kapal fregat Merah Putih. Agenda modernisasi alutsista TNI juga terus berjalan, di mana Pak Prabowo telah berhasil atau dalam proses menyelesaikan kontrak pengadaan alutsista modern TNI AD, TNI AL, dan TNI AU," jelas Nurul.
Dengan capaian yang diraih Prabowo Subianto tersebut, Nurul menilai bahwa pernyataan dua capres lain keliru pada debat ketiga, yakni Anies Baswedan memberi skor kinerja Prabowo di angka 11 dari 100 serta Ganjar Pranowo menilai berada di angka 5.
Baca Juga : Prabowo-Gibran Akan Berangkat Bareng Ke Lokasi Debat Dari Kertanegara
"Beliau (Prabowo) paham mana yang menjadi program prioritas Kementerian Pertahanan, sehingga sistem pertahanan Indonesia dapat semakin kuat," ujar Nurul Arifin.
Sebelumnya, pada debat ke tiga Pilpres 2024 yang digelar Minggu (7/1), capres nomor urut 2 menjadi sasaran kritik dua capres lainnya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menerima pendaftaran tiga bakal pasangan capres-cawapres, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Masa kampanye pemilu ditetapkan mulai tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, sementara pemungutan suara dijadwalkan pada tanggal 14 Februari 2024. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



