
Tradisi Tahunan Keluarga Korban Lion Air JT-610

Foto : Keluarga Korban Lion Air JT610 saat tabur bunga di Pantai Tanjung Pakis (Reno/akuupdate.id)[/caption]
Sambil membacakan doa untuk para korban insiden tersebut, dan berswafoto di sebuah bangunan yang bertuliskan “Monumen Keselamatan Penerbangan” yang di buat oleh Lion Group untuk para korban dan keluarga korban.
Tradisi tahunan yang di lakukan pada pukul 12.45 WIB di tepi pantai Tanjungpakis menjadi sangat dramatis saat para keluarga korban menangis, mengingat insiden dua tahun silam tersebut.
Keluarga korban rela meluangkan waktu, berdatangan dari jauh. Untuk merayakan tradisi tahunan yang menjadi rutinitas tahunan para keluarga korban.
[caption id="attachment_1901" align="alignnone" width="1280"]
Foto: Keluarga Pak Epi Smsul Komar dan Ibu Liana Saat tabur bunga (Reno/akuupdate.id)[/caption]
Epi Samsul Komar bersama keluarga besarnya warga Kota Lubuk Linggau, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, Kelurahan Bandung Kanan, Provinsi Sumatera Selatan. Beliau salah satu keluarga korban, anaknya M. Ravi Andrian (24) yang menjadi korban dari insiden jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor peberbangan JT-610 .
“ Saya tiba di Jakarta hari Selasa dini hari tanggal 27 Oktober 2020, datang jauh hari untuk mempersiapkan kebutuhan dan peralatan selama di Tanjungpakis “ (29/10/2020). Ujar Epi
Adanya kekecewaan keluarga korban terhadap pihak Lion Air, janji Lion Air membangun monumen atas insiden kecelakaan pesawat tersebut.
Monumen yang di bangun di bibir pantai Tanjungpakis, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Tidak sesuai yang di harapkan para keluarga korban.
“Saya dan seluruh keluarga korban, amat sangat kecewa dengan monumen yang di buat oleh pihak Lion Air. Pembangunan monumen ini asal-asalan, saya menganggap ini bukan sebuah monumen melainkan hanya bangunan biasa yang di beri nama Monumen Keselamatan Penerbangan. Dan tidak tertuliskan nama para korban seperti yang di janjikan pihak maskapai. “ Ujar epi (29/10/2020)
Janji Lion Air membuatkan monumen atas insiden ini, monumen yang tertuliskan nama-nama para korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.
[caption id="attachment_1902" align="alignnone" width="1280"]
Foto : Monumen Keselamatan Penerbangan (Reno/akuupdate.id)[/caption]
Konon pembangunan yang memakan waktu 1 tahun dengan total anggaran Hingga 300 juta rupiah tersebut tidak tampak seperti layaknya sebuah monumen.
“ Kami menuntut pihak Lion Air segera membangun ulang monumen ini, monumen yang bertuliskan nama-nama para korban insiden ini. Dan fasilitas yang lebih layak sesuai janji Lion Air kepada kami “ ujar Epi
di waktu yang sama Tim akuupdate.com sempat berbincang dengan Bapak Sulaeman,bangunan ini pun tidak memiliki sumber air bersih, di karenakan pompa air yang rusak akibat terkena air laut 5 bulan lalu saat air laut pasang. (odp)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



