
Wamen ESDM sebut Danantara dapat percepat pembiayaan PSN

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dapat mempercepat pembiayaan untuk proyek-proyek strategis nasional (PSN).
Yuliot menyampaikan pembentukan Danantara membuat Indonesia memiliki modal sekitar 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.680 triliun (kurs Rp16.310).
“Jadi, dengan adanya kekuatan 900 miliar dolar AS ini, kita akan bisa melakukan percepatan pembiayaan untuk proyek-proyek strategis dan prioritas secara nasional,” ucap Yuliot dalam Rapat Kerja dengan Komite II DPD RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin.
Adapun proyek-proyek strategis nasional yang dimaksud meliputi proyek hilirisasi. Dalam kesempatan tersebut, Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah sudah memiliki Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang pembentukannya berlandaskan kepada Pasal 3 Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Baca Juga : Prabowo Teken Keppres Dewan Pengawasan dan Badan Pelaksana BPI Danantara
Satgas tersebutlah yang nantinya akan mendorong peningkatan koordinasi perumusan kebijakan dan regulasi dengan kementerian, lembaga, dan/atau pemerintah daerah.
“Dengan adanya perubahan Undang-Undang Minerba ini, kami melihat prioritas ini sudah bisa kita jadikan payung hukum untuk percepatan hilirisasi,” katanya.
Dalam sambutan saat peluncuran Danantara, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Danantara sebagai dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund Indonesia itu, akan mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan proyeksi dana awal mencapai 20 miliar dolar AS.
Prabowo memaparkan gelombang pertama investasi senilai 20 miliar dolar AS akan diprioritaskan untuk 20 proyek strategis, antara lain hilirisasi nikel bauksit, tembaga, pembangunan pusat data, kecerdasan buatan, kilang minyak pabrik petrokimia, produksi pangan dan protein, akuakultur serta energi terbarukan.
Melalui Danantara, Presiden berharap terjalinnya kemitraan strategis antara BUMN, swasta hingga UMKM dalam proyek infrastruktur, energi terbarukan, dan pendidikan.
Menurut Kepala Negara, pembentukan Danantara menandai era baru bagi BUMN yang dipandang bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai aset nasional.
Melalui Danantara, BUMN akan menjadi agen pembangunan dan pertumbuhan fundamental bagi pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan rakyat. Oleh karenanya, Danantara akan menerapkan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan dana yang bertanggung jawab. *
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



