VOICE Indonesia
News

Aksi Padamkan Lampu Satu Jam di Jakarta Diklaim Pangkas Emisi 60,14 ton CO2e

Afifah - VOICEIndonesia.co
Suasana di Bundaran HI
Foto: Suasana di Bundaran HI(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Aksi ini menjadi bukti konkret bahwa gerakan kolektif masyarakat perkotaan mampu memberikan kontribusi langsung terhadap pengendalian dampak buruk perubahan iklim global.

"Pemadaman lampu selama 60 menit bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi pengingat bahwa langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Dari kebiasaan kecil, kita bisa menciptakan perubahan besar untuk Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Dudi memaparkan, selain menekan polusi udara dan emisi gas rumah kaca, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) mencatat aksi hemat energi yang berlangsung pada pukul 20.30–21.30 WIB tersebut juga sukses menghemat konsumsi listrik ibu kota sebesar 75,18 MWh.

Nilai penghematan ini setara dengan pemangkasan biaya operasional penggunaan listrik publik maupun swasta hingga menyentuh angka Rp108.693.752 hanya dalam tempo satu jam.

Secara regulasi, pelaksanaan pemadaman lampu berkala ini bersandar pada payung hukum Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon.

Hasil terukur dari aksi pemadaman tersebut dinilai mencerminkan efektivitas kolaborasi lintas sektor yang melibatkan jutaan warga sipil di wilayah DKI Jakarta.

"Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengelola gedung, pelaku usaha, komunitas, hingga warga yang ikut mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan selama aksi berlangsung," ujar Dudi.

Otoritas lingkungan hidup Jakarta kini terus mendorong agar draf budaya pembatasan konsumsi listrik ini bertransformasi menjadi habituasi harian di area domestik rumah tangga maupun lingkungan perkantoran.

Partisipasi aktif publik dalam jangka panjang diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan kota Jakarta yang rendah karbon demi menghadirkan kualitas udara yang jauh lebih bersih.

"Ketika jutaan warga melakukan langkah kecil yang sama secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi kualitas lingkungan Jakarta. Menjaga bumi dan menghadirkan udara yang lebih bersih bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat," kata Dudi.

Gerakan hemat energi nasional ini berfokus pada pemadaman lampu di area gedung pemerintah, pusat perbelanjaan, gedung swasta, rumah warga, hingga menyasar sejumlah titik cagar budaya dan ikon strategis metropolitan.

Jalur-jalur tersebut meliputi Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, serta kompleks Balai Kota DKI Jakarta yang nampak gelap selama aksi berlangsung. (af)

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.