
Angkie Yudistia Diskusi tentang Kebangkitan UMKM Disabilitas
YOGYAKARTA,AKUUPDATE.ID - Staf Khusus (Stafsus) Presiden Angkie Yudistia menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) bertajuk “UMKM Disabilitas Masa Depan Berbasis Ekonomi Kreatif dan Adaptif di Masa Pandemi COVID-19”, di Jogja National Museum, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (05/06/2021) siang.
DKT atau atau Focus Group Discussion (FGD) ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk merangkul para penyandang disabilitas, utamanya para pelaku UMKM yang terkena dampak dari pandemi COVID-19. Hadir dalam diskusi 25 orang penyandang disabilitas yang juga merupakan pelaku UMKM yang berasal dari berbagai daerah di DIY serta Klaten dan Magelang.
“Hari ini kita melakukan FGD, karena kita mau ekonomi bangkit melalui UMKM. Kita butuh banget masukan dari teman-teman penyandang disabilitas untuk dapat kita tampung dan disampaikan kepada pemerintah, baik pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat,” ujar Angkie.
Sebagai Stafsus Presiden, imbuh Angkie, dirinya bertugas untuk mendorong sinergi dalam mengimplementasikan kebijakan yang telah diambil pemerintah, terutama terkait pemenuhan hak penyandang disabilitas.
“Untuk hari ini, kami menjembatani pemerintah pusat dan daerah untuk menjembatani kelompok disabilitas dengan pemda dan stakeholders terkait, agar semua dapat bersinergi sehingga dapat membangun ekosistem yang inklusif untuk kelompok rentan,” tuturnya.
Angkie mengungkapkan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengesahkan tujuh peraturan pemerintah (PP) dan dua peraturan presiden (perpres) sebagai peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
“Ini adalah sebagai bukti konkret bahwa Bapak Presiden pun peduli untuk teman-teman disabilitas agar terus dapat berkembang secara sustainable,” ujarnya.
Namun Angkie menekankan, hal ini bukan berarti para penyandang disabilitas dipandang sebagai charity tapi sebagai human right yang mendapatkan kesempatan secara inklusif. Ditambahkannya, Presiden Jokowi telah memberikan arahan agar pada tahun 2021 ini semua kebijakan-kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan tepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh para penyandang disabilitas.
Lebih lanjut, Angkie menyampaikan penilaiannya bahwa para penyandang disabilitas pelaku UMKM yang hadir dalam DKT memiliki skills vokasi dan produksi yang luar biasa. Hal ini terlihat dari produk-produk yang telah ditampilkan. Namun, Angkie tidak memungkiri masih terdapat berbagai hal yang perlu ditingkatkan oleh para pelaku UMKM ini.
Pertama adalah perlunya peningkatan riset dan pengembangan (research and development). “Para pemilik UMKM harus melihat produknya kembali, apakah produk yang dibuat sudah disesuaikan dengan kebutuhan pasar atau memang hanya suka membuat produk tersebut,” ujarnya.
Kedua, perlunya peningkatan di sisi promosi. Menurut Angkie, para pelaku UMKM harus mempelajari tentang promosi secara digital dan online. Ia juga menekankan perlunya ekosistem yang menaungi para pelaku UMKM. “Tidak mungkin bisa sendirian, pasti membutuhkan kolaborasi,” ujarnya.
Ketiga, Angkie juga menyoroti mengenai akses permodalan bagi para pelaku UMKM. “(Masalah) permodalan, kita mencoba akses permodalan disesuaikan dengan kebutuhan teman-teman,” tuturnya.
Terakhir, Stafsus Presiden ini juga menyoroti perlunya peningkatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM. “Jika sudah mengajukan modal harus sudah memiliki strategi mengenai operasional, bahan baku, serta promosinya. Hal ini agar produk para pemilik UMKM bisa naik tingkat,” tandasnya.
Selain Angkie Yudistia, diskusi hari ini menghadirkan narasumber lain yaitu Ketua Yayasan Edukasi Anak Nusantara Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta Srie Nurkyatsiwi, serta Presiden Direktur Jogja National Museum dan Mbloc Lance Mengong (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



