
Jamaah Haji RI Diminta Batasi Aktivitas di Luar Hotel Guna Hindari Kepadatan

VOICEINDONESIA.CO, Tangerang – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Hidayat Nur Wahid (HNW), meminta seluruh jemaah haji Indonesia untuk membatasi aktivitas fisik yang berat dan memprioritaskan stamina.
Imbauan ini dikeluarkan seiring dengan telah tibanya seluruh kelompok terbang (kloter) jemaah asal Indonesia di Kota Suci Makkah, Arab Saudi.
Pesan krusial tersebut disampaikan HNW sesaat sebelum bertolak memimpin rombongan Timwas Haji DPR RI tahap kedua menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026).
Menurut HNW, konsentrasi massa yang melibatkan sekitar 241 ribu jemaah haji reguler maupun khusus asal Indonesia di Makkah akan memicu tingkat kepadatan yang sangat tinggi.
Oleh karena itu, pengelolaan manajemen pergerakan (mobilitas) serta pemeliharaan kondisi kesehatan jemaah menjadi kunci utama suksesnya penyelenggaraan ibadah tahun ini.
“Kami ingin memastikan ketika jemaah berada di hotel masing-masing, mereka tetap bisa memaksimalkan ibadah sekaligus menjaga kesehatan untuk persiapan puncak haji,” ujar HNW.
Di samping memberikan imbauan kepada jemaah, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini menegaskan bahwa Timwas tahap kedua memiliki fokus utama untuk mengawasi dan memastikan kesiapan skema murur (melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus) berjalan matang.
Skema ini disiapkan khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi (risti) demi menjamin keselamatan jiwa mereka.
Parlemen mendesak Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk bekerja ekstra dalam melakukan pendataan berkala yang presisi mengenai siapa saja jemaah yang masuk dalam kategori murur maupun jemaah reguler yang tetap diwajibkan menjalani mabit (bermalam) secara konvensional di kawasan Muzdalifah dan Mina.
“Siapa yang akan murur dan tidak murur harus dipastikan mendapatkan perhatian proporsional dari PPIH,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.
Menutup keterangannya, HNW mengingatkan bahwa sektor transportasi bus jemaah dan manajemen kluster perkemahan di Mina merupakan dua lini yang paling rawan memicu masalah krusial saat jutaan umat muslim dari seluruh belahan dunia bergerak serentak menuju fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Pengawasan melekat akan terus dilakukan DPR agar seluruh rangkaian rukun haji, mulai dari wukuf, mabit, hingga melontar jumrah, dapat terfasilitasi dengan maksimal tanpa kendala logistik. (af)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



