
BP2MI Pekanbaru Gelar Rakor Pembahasan Pelatihan Bahasa Jepang di Kota Pekanbaru
PEKANBARU,AKUUPDATE.ID - Badan Pelatihan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pekanbaru melaksanakan rapat koordinasi (rakor) terkait pembahasan pelaksanaan pelatihan bahasa Jepang pada hari Kamis,(12/8) pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rencana pengadaan pelatihan bahasa Jepang di kota Pekanbaru yang dibiayai oleh Kementerian Tenaga Kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Padang yang disepakati pertengahan bulan Juli 2021 silam. Kendatipun sebelumnya sempat tertunda karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)
Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini berhasil mencapai beberapa kesepakatan terkait teknis pelaksanaan pelatihan yang ditujukan untuk mempersiapkan lulusan perawat yang ingin bekerja sebagai nurse atau careworker program G to G Jepang.
Baca Juga : Dilepas Gubernur, 12 PMI Program G to G Jepang Asal Sumatera Barat
Pertemuan ini dihadiri beberapa instansi terkait dengan pelaksanaan pelatihan dimaksud yaitu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, BLK Padang, dan perwakilan program studi keperawatan dari institusi pendidikan di kota Pekanbaru.
Pelatihan bahasa Jepang yang akan berlangsung dalam waktu dekat di kota Pekanbaru ini disambut baik oleh seluruh perwakilan instansi yang hadir. H. Jonli selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja kota Pekanbaru, menyampaikan harapannya agar para pemuda yang berasal dari kota Pekanbaru dapat berkarir secara profesional tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri.
Jonli juga mengungkapkan bahwa selama ini karena minimnya fasilitas pelatihan tenaga kerja luar negeri di Provinsi Riau menyebabkan warga Riau yang ingin bekerja ke luar negeri memilih berangkat dari kabupaten/kota di provinsi lain.
Sementara itu Kepala UPT BP2MI Pekanbaru, Mangampin Simamora, dalam kesempatan ini memaparkan secara singkat kelebihan-kelebihan bekerja sebagai nurse dan careworker di Jepang.
Mangampin juga menyampaikan bahwa kemampuan bahasa asing merupakan modal yang paling utama untuk bekerja ke luar negeri, sehingga Mangampin berharap bahwa pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar dan berkesinambungan.
Baca Juga : BP2MI Yogyakarta Fasilitasi Pemulangan 3 Anak PMI ke Yayasan Sabah Bridge
Mangampin juga menyampaikan kepada seluruh institusi pendidikan yang hadir untuk turut membantu mempersiapkan keahlian bahasa asing kepada mahasiswanya.
"Banyak peluang kerja untuk perawat ke luar negeri namun ada persyaratan kekhususan bahasa yang perlu dipersiapkan. Untuk itu saya harapkan STIKES, AKPER, ataupun universitas di Provinsi Riau juga turut dapat membantu memfasilitasi terutama untuk persiapan bahasa asing, sehingga nanti ke depannya kota Pekanbaru dapat menjadi lumbung STIKES, AKPER ataupun universitas dengan brand internasional dan juga para lulusan dapat bersaing dan diperhitungkan di dunia Internasional," ungkap Mangampin.
Sementara itu, Sub-Koordinator Pemberdayaan Balai Latihan Kerja Padang, Yandri menembahkan bahwa Pelaksanaan pelatihan bahasa Jepang untuk tahun 2021 oleh BLK Padang akan diadakan di dua kota yaitu Padang dan Pekanbaru.
Baca Juga : Penjelasan PMI Meminta Bantuan DPN SBMI Untuk Dipulangkan Dari Irak
"Sesuai dengan revisi keuangan, pelatihan bahasa Jepang oleh BLK Padang akan dilaksanakan di dua kota sesuai dengan proposal yang disampaikan kepala UPT BP2MI Pekanbaru tempo hari " ungkap Yandri.
Yandri juga menambahkan bahwa pelatihan tersebut nantinya akan berlangsung selama 620 jam pelajaran yaitu kurang lebih 78 hari dengan rincian 75 hari pelatihan bahasa dan 3 hari merupakan pelatihan softskill. Yandri juga mengungkapkan bahwa peserta pelatihan nanti akan diberikan fasilitas sesuai SOP dan peraturan yang ada.
Kegiatan ini berlangsung semakin hangat dengan sharing tanya jawab dan dukungan dari perwakilan program studi keperawatan institusi pendidikan yang berasal dari Universitas Riau, Universitas Abdurrab, STIKES Al Insyirah, STIKES Payung Negeri, STIKES PMC, STIKES Hangtuah, dan STIKES Tengku Maharatu untuk kesuksesan pelaksanaan pelatihan bahasa Jepang tersebut. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



