
Didemo Jamaah, Kepala Cabang Fidya Tour Lotim Berikan Klarifikasi

Lombok Timur- Didemo puluhan calon jemaah umroh, pihak Fidya Tour and Travel cabang Lombok Timur menyatakan pihaknya tetap bertanggung jawab.
Atas dugaan penipuan yang dituduhkan kepada Fidya Tour Lombok Timur, pihaknya menyangkal hal tersebut dan menyatakan tidak pernah lari dari tanggung jawab dan berkali-kali melakukan kunjungan ke rumah calon jamaah untuk menyampaikan kendala keberangkatan dan kondisi perusahaan.
"Kami berkali-kali turun door to door, dan agen tau kondisi perusahaan dan saya sampaikan ke jamaah kondisi perusahaan", ujar Kepala Cabang Fidya Tour Lombok Timur, M. Sakroni, Kamis, 04 April 2023
Sakroni menjelaskan, Sejak awal telah meminta kepada calon jamaah agar pihaknya diberikan waktu untuk memperjuangkan sembari menjelaskan progres atau proses yang dikerjakan.
Atas usaha tersebut, Sakroni mengatakan berhasil berangkatkan calon jemaah secara bertahap.
Sakroni juga membantah, jika sebanyak 140 jamaah tak kunjung diberangkatkan dituduhkan kepada pihaknya. "Tuduhan tersebit tidak benar, jumlah calon jemaah yang belum kami berangkan sebnayak 40 orang calon jemaah", ujarnya.
Ia menjelaskan, secara total memang calon jemaah umroh berjumlah 140, namun pihaknya telah memberangkatkan seratusan jamaah secara bertahap, terakhir diberangkatkan pada tanggal 26 maret lalu.
"Seratus orang telah kami berangkatkan secara bertahap dan sisanya 40 orang yang sedang kami usahakan, dan ada sekitar 20 orang jamaah yang keberatan dan melakukan tuntutan tadi", terang Syahroni.
Lebih lanjut, Sakroni menerangkan, sejak awal pihaknya telah membuat surat perjanjian pada bulan januari agar tidak ada tuntutan dari calon jamaah yang ditandatangani oleh pihak calon jamaah dan disaksikan agen dan keluarga jamaah.
Kendala pemberangkatan ratusan jamaah tersebut kata dia, lantaran wabah Covid-19 tahun silam, sehingga berimbas ke pemberangkatan berikutnya.
Masih kata Sakroni, dalam surat tersebut terdapat isi perjanjian yang menyatakan bahwa jamaah siap diberangkatkan secara bertahap dan jadwalnya diserahkan sepenuhnya ke pihak perusahaan fidya tour dengan tenggat waktu selama satu tahun sejak adanya perjanjian tersebut.
"Surat tersebut dibuat tanggal 14 januari lalu, ini kan baru beberapa bulan. namun kami tetap akan usahakan dalam waktu dekat", ungkap Sakroni.
Terkait biaya yang telah dikeluarkan oleh calon jamaah, Sakroni menjelaskan telah menyerahkan sepenuhnya ke kantor pusat Fidya Tour lengkap dengan bukti rincian biaya yang telah digunakan pihaknya untuk mengurus keberangkatan calon jamaah.
" Semua biaya pengeluaran ada buktinya, seperti biaya pembuatan paspor, biaya handling, manasik dan lainnya, dan sisanya sudah kami serahkan ke kantor pusat karena ada rencana keberangkatan", jelasnya.
Ia berharap calon yang belum berangkat bisa bersabar dan tidak terpengaruh oleh isu yang disuarakan orang lain.
Ia menegaskan akan tetap berusaha memenuhi tuntutan calon jamaah secara sadar, bukan atas dasar pihaknya dilaporakan atau tidak.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



