
KDEI Taipei Koordinasi dengan Taiwan untuk Memantau WNI Pasca Gempa

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei terus berkoordinasi dengan otoritas Taiwan untuk memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) pasca gempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada Rabu, (03/04/2024).
“Pihak otoritas Taiwan menyampaikan akan segera menghubungi KDEI kalau ada korban yang teridentifikasi WNI,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha dalam silaturahmi dan buka bersama dengan wartawan di Jakarta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh per Rabu pukul 17.00 waktu Taiwan, otoritas setempat mencatat sembilan korban tewas dan 821 orang luka-luka akibat gempa bermagnitudo 7,2 yang juga dirasakan getarannya di Okinawa, Jepang, hingga memicu peringatan tsunami.
Di antara korban tewas, tujuh korban merupakan warga Taiwan sementara dua korban lainnya warga negara asing—tetapi belum diketahui kewarganegaraannya.
“Segera setelah terjadinya gempa, KBRI Tokyo dan KDEI Taipei berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menghubungi simpul-simpul masyarakat Indonesia di wilayah terdampak. Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya WNI yang menjadi korban gempa atau tsunami,” kata Judha.
Baca Juga: BKKBN: Penurunan Stunting 2023 Belum Menggembirakan, di bawah Target
Peringatan tsunami pun telah dicabut oleh Pemerintah Jepang.
Judha memastikan bahwa KDEI Taipei dan KBRI Tokyo akan terus memantau situasi terkait dampak gempa terhadap masyarakat Indonesia, termasuk menyampaikan imbauan agar mereka berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.
Berdasarkan data otoritas keimigrasian Taiwan, jumlah WNI di Hualien, Taiwan sebanyak 3.343 orang yang mayoritas adalah pekerja migran. Total WNI di Taiwan tercatat sebanyak 284.751 orang.
Sedangkan data lapor diri KBRI Tokyo mencatat terdapat 1.854 WNI berada di Okinawa, yang sebagian besar berprofesi sebagai anak buah kapal, peserta magang, serta pekerja migran yang memiliki keahlian khusus (specified skilled workers/SSW).
KBRI Tokyo telah menyiapkan nomor kontak hotline bagi WNI yang menghadapi keadaan darurat yakni +818035068612 dan +818049407419, sedangkan nomor hotline KDEI Taipei yang dapat dihubungi melalui WhatsApp adalah +88690132000 dan +886987587000.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



