
Kemenkeu Sebut Ekspansi Manufaktur RI Tercermin pada Penyerapan Tenaga Kerja

Jakarta – Kepala Badan Kebijakan Fisikal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan ekspansi sektor manufaktur Indonesia utamanya tercermin pada tingkat penyerapan tenaga kerja yang merupakan capaian terbaik selama enam bulan terakhir, di level 50,6 pada Mei 2023.
Adapun sektor menufaktur Indonesia secara konsisten mengalami ekspansi dalam 21 bulan berturut-turut pada Mei 2023 yaitu dengan mencatatkan Purchasing Manager’s Index (PMI) di leel 50,3. Ekspansi aktivias manufaktur didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi serta aktivitas pembelian input.
“PMI manufaktur yang masih ekspansif dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang lebih baik, mencerminkan resiliansi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global yang masih berlanjut,” kata Febrio dikutip dari ANTARA, Selasa 6 Juni 2023.
Namun demikian, dia mengingatkan bahwa pelaku usaha tampaknya mulai mengantisipasi transmisi dampak perlambatan ekonomi global ke domestik. Untuk itu, perkembangan pertumbuhan permintaan domestik yang berkelanjutan perlu terus dijaga untuk mendukung aktivitas sektor manufaktur.
Tren inflasi yang terus membaik perlu terus dijaga untuk mendukung daya beli masyarakat. Pemerintah juga akan terus mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi global serta menjaga optimisme dunia usaha.
Di kawasan ASEAN, Febrio membeberkan data PMI manufaktur menunjukkan tren yang beragam. PMI manufaktur Thailand dan Myanmar masih berada di zona ekspansi meski mulai menunjukkan tren perlambatan.
Sementara itu, PMI manufaktur Malaysia dan Vietnam di bulan Mei 2023 masih berada di zona kontraksi, masing-masing di level 47,8 dan 45,3 sejalan dengan tren PMI manufaktur global.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan laju aktivitas industri manufaktur pada bulan lalu didukung oleh produktivitas yang masih berjalan karena pasokan bahan baku terjaga.
“Kita harus bersyukur karena kondisi industri manufaktur tetap berada di level ekspansi selama 21 bulan berturut-turut. Meskipun terjadi perlambatan lajunya dibanding bulan lalu, tetapi untuk kondisi permintaan baru dan lapangan kerja masih cukup baik,” kata Agus Gumiwang.
Guna mengembalikan kinerja industri manufaktur nasional, Menperin menegaskan pihaknya fokus untuk menjalankan kebijakan pengoptimalan terhadap produk lokal melalui proggram Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



