
Kepala BP2MI Apresiasi Pelaksanaan Pelatihan Kolaborasi Bahasa Jepang
JAKARTA,AKUUPDATE.ID - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, sambut baik kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI DKI Jakarta, Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan, dan PT. Jakaruta Global Group atas terlaksananya Pelatihan Kolaborasi Bahasa Jepang.
“BP2MI mengapresiasi inisiasi upaya Pemprov DKI Jakarta, dalam mendukung program-program pelindungan PMI. Berbagai upaya tersebut menjadi bukti nyata yang harus kami berikan apresiasi setinggi-tingginya, bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan komitmen yang kuat, dalam memberikan pelindungan bagi PMI dan keluarganya, sebagaimana diamanatkan dalam Undang No. 18 Tahun 2017,” ujar Benny dalam kegiatan Pembukaan Pelatihan Kolaborasi Bahasa Jepang secara virtual, Senin (20/9/2021).
Dukungan Pemprov DKI Jakarta, lanjut Benny, di antaranya adalah fasilitasi penyelenggaraan Rapat Koordinasi Terbatas Sosialisasi Undang-Undang No. 18 Tahun 2017, serta penyediaan layanan penempatan dan pelindungan bagi PMI di Mall Pelayanan Publik Pemprov DKI Jakarta.
Benny menambahkan, adapun sektor pekerjaan di luar negeri terbuka lebar bagi para Calon PMI. “Dari sisi penghasilan, rata-rata untuk jabatan perawat dan caregiver atau perawat orang tua di Jepang kisaran gajinya 25 juta. Demikian juga di Korea Selatan, untuk sektor yang sama, kisaran gajinya juga besar antara 22 juta hingga 27 juta,” imbuhnya.
Tak berhenti di situ, para PMI juga memiliki keunggulan dibandingkan para pekerja migran dari negara lain. Oleh karena itu, peningkatan skill dan kemampuan bahasa menjadi penting bagi para Calon PMI.
“Kita memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan tenaga kerja dari negara-negara lain. Kita memiliki keuletan dan dikenal sebagai pekerja keras. Selain itu, keunggulan dalam sikap dan perilaku yang sopan, ramah, dan cepat beradaptasi. Oleh karena itu, peluang ini harus dimanfaatkan oleh adik-adik semua. Tingkatkan kemampuan bahasa dan skill supaya dapat menembus peluang kerja di luar negeri,” tegas Benny.
Dalam forum yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah ikut menyampaikan harapannya kepada para peserta pelatihan.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan dapat menumbuhkan sikap mental yang positif bagi para peserta, untuk kelak dapat bekerja atau magang di Jepang. Kami berharap kepada peserta pelatihan untuk dapat mengikuti pelatihan ini dengan disiplin,” kata Andri.
Turut hadir dalam agenda ini Kepala UPT BP2MI DKI Jakarta, Kombes Pol. Hotma Victor Sihombing; Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Heny Mayawati; Kepala PPKD Jakarta Selatan, Agustinasari; serta perwakilan dari PT. Jakaruta Global Group. **
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



