VOICE Indonesia
News

Lebih dari 2.000 Warga Aceh Incar Kerja di Luar Negeri, Banyak Gagal Gara-gara Ini

Sintia N.A - VOICEIndonesia.co
Lebih dari 2.000 Warga Aceh Incar Kerja di Luar Negeri, Banyak Gagal Gara-gara Ini
Lebih dari 2.000 Warga Aceh Incar Kerja di Luar Negeri, Banyak Gagal Gara-gara Ini
VOICEINDONESIA.CO, Banda Aceh - Minat masyarakat Aceh untuk bekerja ke luar negeri terus meningkat tajam. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Aceh mencatat, hingga Oktober 2025, sudah lebih dari 2.000 warga Aceh menyatakan keinginan menjadi Pekerja Migran Indonesia. Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, mengatakan lonjakan minat tersebut menunjukkan bahwa masyarakat usia produktif di Aceh semakin terbuka terhadap peluang kerja luar negeri. Para calon pekerja migran itu berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari SMA, D3, hingga S1 dan S2. "Baru sekitar 10 bulan saja di tahun 2025, data yang masuk ke kami untuk berminat bekerja ke luar negeri lebih dari dua ribu orang," kata Siti, Kamis (30/10/2025). Baca Juga: Pemerintah Prioritaskan Dua Skill Ini untuk PMI, Apa Itu? Namun kenyataan di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semua calon pekerja migran berhasil melewati proses seleksi administrasi dan keterampilan yang ketat. Siti mengungkapkan banyak yang gugur karena tidak memenuhi persyaratan, terutama kemampuan bahasa asing yang menjadi syarat wajib. Selain kendala bahasa, biaya penempatan juga menjadi hambatan utama bagi calon pekerja yang sudah lolos seleksi tetapi tidak mampu menanggung biaya keberangkatan. Kondisi ini membuat banyak calon pekerja migran Aceh kehilangan kesempatan emas bekerja di luar negeri. Baca Juga: Banyak PMI Terjebak Online Scam, DPR: Pemerintah Gagal Ciptakan Lapangan Kerja Aman "Beberapa anak Aceh sudah lulus wawancara, punya skill sesuai kebutuhan user di luar negeri, tapi gagal berangkat karena tak mampu membayar biaya penempatan," jelas Siti. BP3MI Aceh berharap dukungan dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk memfasilitasi pelatihan bahasa dan kompetensi. Selain itu, lembaga ini juga meminta pemerintah membuka akses pembiayaan penempatan kerja luar negeri agar tidak ada lagi calon pekerja yang gagal berangkat karena masalah biaya. Siti meyakini jika pemerintah mampu memberikan bantuan atau skema pinjaman biaya penempatan, hal itu akan sangat membantu. Menurutnya, anak-anak Aceh sebenarnya memiliki potensi besar untuk bersaing secara nasional maupun internasional di pasar kerja global.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#2.000 warga Aceh#BP3MI#Masyarakat Aceh
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.