VOICE Indonesia
News

Mencegah Pengiriman PMI Ilegal,BP2MI Gandeng lembaga Pendidikan

Redaksi - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google

BANDUNG,AKUUPDATE.ID – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) dan Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia Tanda tangan Nota kesepakatan guna menekan maraknya sindikat pengiriman PMI Ilegal.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menjelaskan bahwa kerjasama ini untuk mempersiapkan para calon pekerja migran Indonesia (CPMI) agar mampu bersaing dengan negara-negara lain.

“Jadi ini adalah langkah-langkah kongkrit nyata kita untuk mempersiapkan calon pekerja migran kita yang bisa dikatakan dari sisi kualifikasi, kompetensi, memiliki keahlian, kemampuan berbahasa. Maka kita tidak boleh kalah bersaing dengan negara-negara lain yang juga menempatkan para pekerjanya di negara-negara penempatan,” ucapnya kepada awak media di Hotel Intercontinental Bandung, Selasa (5/10).

Benny mengungkapkan bahwa tantangan global seperti itu harus bisa direbut oleh pada pekerja migran Indonesia (PMI). Ia juga berharap, pekerja migran Indonesia bisa menjadi bagian terdepan.

“Tantangan global seperti ini harus bisa kita rebut, dan kita selalu berupaya untuk menjadi bagian terdepan. Dan kita juga tidak ingin dimana peristiwa-pristiwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) kita mengalami eksploitasi kepada mereka yang katakan low skil,” tambah Benny

“Dan ini yang tentu harus dihadapi peluang yang kita persiapkan sejak awal kepada para pekerja migran kita. Dengan cara mensosialisasi ke daerah, dan menggandeng berbagai pihak bekerjasama dengan lembaga-lembaga seperti sekolah, yayasan, dan perguruan tinggi, dan itu yang kita akan gencarkan di tahun 2021 ini,” ujarnya

Ia juga menyebutkan, untuk peluang kerja bagi para calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang ingin bekerja di luar ada 64 negara masih tetap membuka untuk penempatan pekerja migran Indonesia.

“Jadi karena memang situasi pandemi ini banyak negara yang menutup penempatan pagi para pekerja asing, tapi per hari ini 64 negara masih tetap membuka penempatan. Kalaupun misalnya seperti Korea atau Taiwan yang saat ini masih menutup, saya harap di tahun 2022 sudah bisa membuka penempatannya,” harap benny (red)

Ringkasan AI

# Rangkuman Berita BP2MI menjalin kerjasama dengan AIPNI dan lembaga pendidikan lainnya untuk menekan pengiriman PMI ilegal dan meningkatkan kualitas calon pekerja migran Indonesia agar mampu bersaing secara global. Kepala BP2MI Benny Rhamdani menekankan pentingnya mempersiapkan PMI dengan kompetensi, keahlian, dan kemampuan bahasa yang baik sejak awal melalui sosialisasi di daerah. Saat ini, masih ada 64 negara yang membuka peluang penempatan PMI meskipun banyak negara menutup akibat pandemi Covid-19.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di JepangPekerja Migran Indonesia

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di Jepang

Afifah· 28 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.