
Menko: Kepercayaan Investor Masih Kuat Terhadap Ketahanan Indonesia

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kepercayaan investor masih cukup kuat terhadap ketahanan kondisi perekonomian Indonesia di tengah gejolak geopolitik dunia, yang mendisrupsi rantai pasok berbagai komoditas global.
"Kami memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh di atas lima persen pada 2024 dan seterusnya, dengan inflasi yang tetap terkendali. Kepercayaan investor juga masih kuat terhadap ketahanan ekonomi Indonesia," ucapnya dalam Asia Business Council's 2024 Spring Forum di Jakarta, Kamis (18/04/2024).
Ia menuturkan bahwa hal tersebut terlihat dari penilaian berbagai lembaga pemeringkat internasional terhadap kinerja perekonomian Indonesia.
Moody’s, lembaga pemeringkat kredit asal Amerika Serikat, mempertahankan rating Baa2 Stable Outlook untuk Indonesia pada Senin (16/4/2024), setelah memberikan rating yang sama pada 2022 lalu.
Sedangkan Fitch Ratings, Ltd, lembaga pemeringkat kredit yang berpusat di New York dan London, serta Japan Credit Rating Agency, Ltd (JCR), perusahaan layanan finansial asal Jepang, memberikan peringkat BBB+ (Investment Grade) dengan outlook stabil kepada Indonesia pada Maret 2024.
Airlangga juga menyatakan bahwa ketahanan sektor eksternal perekonomian tanah air juga tetap terjaga dengan cadangan devisa yang tetap tinggi yaitu sebesar 140,4 miliar dolar AS per akhir Maret 2024.
Neraca perdagangan Indonesia juga terus mencatat surplus dalam 46 bulan terakhir dan pada Februari 2024 tercatat surplus sebesar 870 juta dolar AS.
Baca Juga: Mendag Tegaskan Permendag 36 Tidak Dicabut
Dengan kondisi perekonomian yang stabil tersebut, ia mengatakan bahwa pemerintah akan terus memastikan keberlangsungan agenda pembangunan nasional sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
"Pemerintah Indonesia juga terbuka untuk mendukung inisiatif investasi apapun di sini, termasuk juga mendukung perdagangan dan pengembangan SDM," ujarnya.
Menurut Airlangga, hal itu dikarenakan Indonesia perlu meningkatkan daya saing dan mempercepat pembangunan ekonomi nasional melalui berbagai pendekatan transformatif, seperti peningkatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, serta pengembangan ekonomi hijau dan transformasi digital.
Indonesia juga sedang dalam proses bergabung dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan berpotensi menjadi anggota OECD ketiga asal Asia, setelah Jepang dan Korea Selatan.
Ia berharap proses aksesi OECD dapat menjadi katalisator bagi penyempurnaan kebijakan dan peraturan domestik serta peningkatan investasi, produktivitas, dan konektivitas yang didorong oleh teknologi.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



