VOICE Indonesia
News

Meta Bangkitkan Proyek Lama Smartwatch

Redaksi - VOICEIndonesia.co
Meta Bangkitkan Proyek Lama Smartwatch
Meta Bangkitkan Proyek Lama Smartwatch
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Langkah ekspansi Meta di bisnis perangkat wearable memasuki babak baru. Setelah sempat dihentikan, perusahaan kembali menghidupkan proyek arloji pintarnya sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem perangkat berbasis kecerdasan buatan. Meta dilaporkan tengah bersiap memasuki segmen baru pasar perangkat wearable dengan merilis arloji pintar (smartwatch) pertamanya pada tahun ini. Dilansir dari Engadget pada Jumat, laporan dari The Information mengungkapkan perusahaan tersebut menghidupkan kembali proyek pengembangan arloji pintar bernama “Malibu 2” yang disebut akan dibekali fitur Meta AI serta kemampuan pemantauan kondisi kesehatan penggunanya. Kebangkitan proyek ini menandai perubahan arah setelah sebelumnya dihentikan pada 2022. Saat itu, Meta menunda pengembangan smartwatch seiring penyesuaian strategi dan efisiensi anggaran di divisi Reality Labs. Sebelumnya pada 2021, Meta dikabarkan mengembangkan arloji pintar berbasis sistem operasi Android versi sumber terbuka (open source). Sejumlah bocoran kala itu menyebut perangkat tersebut berpotensi hadir dengan kamera yang dapat dilepas, bahkan Meta disebut sempat menguji model dengan tiga kamera. Namun pada 2022, proyek tersebut dihentikan sementara seiring perusahaan mengalihkan fokus ke perangkat wearable lainnya. Keputusan penundaan pengembangan arloji pintar itu disebut menjadi bagian dari efisiensi belanja di divisi Reality Labs. Pada Januari lalu, Meta melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 1.000 karyawan di divisi tersebut karena tekanan kerugian. CEO Meta Mark Zuckerberg dalam paparan kinerja keuangan saat itu menyatakan investasi Reality Labs akan lebih difokuskan pada kacamata pintar dan perangkat wearable ke depan. Kini, kebijakan tersebut tampak berevolusi. Smartwatch menjadi pelengkap penting dalam strategi membangun ekosistem perangkat yang saling terhubung dengan Meta AI sebagai inti pengalaman pengguna. Saat ini, lini perangkat wearable Meta mencakup headset realitas virtual serta kacamata pintar, termasuk Meta Ray-Ban yang disebut meraih respons positif di Amerika Serikat. Selain itu, Meta juga dilaporkan tengah mengembangkan empat perangkat kacamata augmented reality (AR) dan mixed reality (MR). Sementara itu, peluncuran model headset mixed reality berikutnya yang disebut dengan nama sandi “Phoenix” dikabarkan mundur hingga awal 2027. Dengan menghidupkan kembali “Malibu 2”, Meta bukan sekadar meluncurkan produk baru, melainkan mempertegas ambisi membangun dominasi di pasar wearable berbasis AI — sebuah arena yang semakin kompetitif di tengah persaingan raksasa teknologi global.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#meta#smartwatch
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.