
Pemerintah Didorong Perkuat Perlindungan PMI
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah membuka kembali moratorium penempatan pekerja migran Indonesia (PMI). Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh dijalankan tanpa adanya sistem perlindungan yang matang.
“Jangan asal membuka moratorium tanpa kesiapan sistem perlindungan yang menyeluruh,” kata Nihayatul pada Selasa (9/9/2025). Ia menjelaskan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan banyak pekerja migran menghadapi persoalan serius di negara tujuan. Mulai dari gaji yang tidak dibayar, jam kerja berlebihan, hingga kasus kekerasan fisik maupun psikis. Menurutnya, semua itu harus menjadi pelajaran bagi pemerintah sebelum mencabut moratorium. Baca Juga: Usai Dideportasi dari Malaysia, 50 PMI Akhirnya Tiba di Batam “Kita harus memastikan bahwa calon PMI mendapatkan pendampingan yang sistematis dan terukur, sehingga kompetensi mereka benar-benar terjamin dan siap bersaing secara global,” tegasnya. Menurut Nihayatul, pendampingan tidak sebatas pelatihan keterampilan kerja. Pembekalan pengetahuan mengenai hukum, budaya, dan aturan ketenagakerjaan di negara tujuan juga sangat penting agar pekerja migran bisa melindungi diri mereka sendiri. Baca Juga: Tongkat Estafet Perlindungan PMI: Momen Kritis di Tangan Mukhtarudin Ia menekankan pentingnya peran lembaga penempatan resmi dan atase tenaga kerja di luar negeri. Koordinasi antara kementerian terkait dengan perwakilan RI di negara tujuan harus diperkuat, sehingga pekerja migran tidak dibiarkan menghadapi masalah sendirian. Politikus PKB tersebut menambahkan bahwa kementerian yang kini dipimpin Mukhtarudin harus segera merumuskan program kerja yang jelas, terukur, dan berpihak pada pekerja migran. Menurutnya, tata kelola penempatan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar tidak memberi ruang bagi praktik ilegal yang merugikan PMI.Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



