
Ribuan Migran Di Seluruh Guatemala Bergerak Memasuki AS
Baca Juga : Pahlawan Devisa Menjerit, Mendapatkan Kekerasan Oleh MajikanBegitu rombongan migran mencapai Meksiko, kemungkinan besar akan mengalami tekanan untuk putus. Perjanjian migrasi Meksiko dengan Amerika Serikat masih berlaku, yang berarti rombongan migran itu akan dibubarkan, kata seorang pejabat Meksiko. Rombongan migran pertama tahun ini datang kurang dari seminggu sebelum Presiden terpilih AS Joe Biden menjabat, menjanjikan pendekatan migrasi yang lebih manusiawi, berbeda dengan kebijakan garis keras Presiden Donald Trump. Sementara itu, otoritas Meksiko dan Amerika Tengah mengoordinasikan langkah-langkah keamanan dan kesehatan masyarakat yang bertujuan mencegah migrasi massal tanpa izin di seluruh wilayah. Guatemala, Honduras, dan Meksiko mengerahkan ribuan pasukan keamanan dan militer Guatemala menahan ratusan migran pada Jumat. Namun karavan tersebut telah berkembang pesat selama 24 jam terakhir, dengan para anggotanya menyatakan krisis yang meningkat dari kelaparan dan tunawisma di Honduras sebagai alasan mereka untuk bergabung.
Baca Juga : Ayub Basalamah : Setiap Hari Sabtu dan Minggu Ratusan PMI jadi korban TPPO"Kami tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada anak-anak kami, dan ribuan dari kami terpaksa tidur di jalanan," kata Maria Jesus Paz, seorang ibu dari empat anak yang mengatakan bahwa dia kehilangan rumahnya karena badai. "Inilah mengapa kami membuat keputusan ini, meskipun kami tahu bahwa perjalanan itu dapat merenggut nyawa kami," tambahnya. Penguncian terkait virus corona menghancurkan ekonomi Honduras, yang tahun lalu tercatat mengalami kontraksi terburuk. "Pertama, saya kehilangan pekerjaan karena pandemi, dan kemudian saya kehilangan rumah karena badai," kata Melvin Paredes, yang bergabung dengan rombongan bersama saudara laki-lakinya. "Satu-satunya hal yang tersisa adalah berjuang untuk kelangsungan hidup keluarga saya," katanya. (Hafid Nur Fauzi)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



