
RS Darurat Indrapura Surabaya Rawat 34 TKI Positif COVID-19
SURABAYA,AKUUPDATE.ID - Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) kini tengah merawat 34 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) positif COVID-19. Sebelumnya, para TKI ini sempat diswab saat akan dikarantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Rinciannya, Senin (3/5) malam ada 8 TKI yang masuk RSLI. Sedangkan hingga Selasa (4/5) sore ada 26 orang TKI positif terpapar COVID-19.
Mereka berasal dari Malaysia, Hong Kong, Singapura dan Brunei Darussalam. TKI yang positif dalam seminggu terakhir ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, sedangkan yang dari timur tengah diperkirakan masuk dalam seminggu ke depan.
Baca Juga : 44 PMI Asal Pamekasan Pulang ke Indonsia Langsung Isolasi di Surabaya
Melangsir dari Detik.com. Ketua Pelaksana Relawan PPKPC-RSLI Radian Jadid menyebut total TKI yang dirawat di RSLI ada 34 pasien. Rinciannya 17 pasien laki-laki dan 17 pasien perempuan.
Sedangkan asal para TKI juga beragam, lebih dari setengah berasal dari Madura, yakni dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan dan Sumenep. Selain itu dari Jember, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo dan satu orang dari Kendal, Jawa Tengah.
Sementara Kepala RSLI Kogabwilhan II Surabaya, Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan para TKI yang positif COVID-19 ini akan menjadi perhatian serius. Karena berpotensi menjadi perantara mutasi COVID-19 varian baru.
Nalendra mengatakan pihaknya juga berkaca pada kondisi tsunami COVID-19 di India. Untuk itu, Nalendra tak ingin kecolongan. Segala langkah antisipasif dan monitoring ketat akan dilakukan pada penderita COVID-19 yang berasal dari TKI.
"Contoh paling jelas adalah kasus di India. Adanya vaksinasi lebih dari 100 juta warga India telah menjadikan mereka euforia sehingga melupakan protokol kesehatan yang ada," papar Nalendra di Surabaya, Rabu (5/5).
"Padahal, angka tersebut dibandingkan dengan Rp 1,3 miliar jumlah penduduk India, masih jauh dari syarat herd immunity yang mengharuskan 70 persen dari populasi. Untuk itu vaksinasi jangan dijadikan sandaran dan alasan untuk abai terhadap protokol kesehatan, karena prokes adalah nomor satu dan mutlak untuk mengatasi pandemi COVID-19," imbuhnya.
Baca Juga : Ratusan PMI yang Pulang ke Jatim Dikarantina
Tak hanya itu, Nalendra juga menyoroti kondisi Malaysia. Beberapa rumah sakit COVID-19 di sebagian wilayah Malaysia mulai penuh. Untuk itu pasien yang berasal dari Malaysia juga menjadi perhatian khusus.
Informasi yang masuk, dari 28 April hingga 4 Mei, setidaknya sudah masuk 4.177 TKI. Lebih dari setengahnya berasal dari Malaysia, yakni 2.298 orang. Selebihnya, berasal dari Singapura, Hong Kong dan Brunei Darussalam.
Nalendra menambahkan TKI ini akan mendapat perhatian khusus, skrining dan pengambilan sampel ulang, Dan akan dianalisis di RSLI serta dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitkbangkes) Jakarta Pusat. Hal ini demi penelitian lanjut terkait kemungkinan munculnya varian baru mutasi COVID-19.
Untuk kesiapan penanganan TKI, Nalendra berpesan kepada seluruh nakes dan relawan di RSLI untuk terus menjaga kondisi agar dapat bekerja menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik untuk kesembuhan pasien.
"Jaga kondisi, tertib dan taat dalam penggunaan APD sesuai levelnya, serta saling mengingatkan untuk keamanan, kesehatan dan keselamatan kita bersama," ujarnya (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



