VOICE Indonesia
News

Sertifikasi Kompetensi Jadi Harga Mati untuk Bersaing di Dunia Kerja

Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Sertifikasi Kompetensi Jadi Harga Mati untuk Bersaing di Dunia Kerja
Sertifikasi Kompetensi Jadi Harga Mati untuk Bersaing di Dunia Kerja

VOICEINDONESIA.CO, Bekasi – Langkah taktis ini diambil pemerintah guna merespons disrupsi kecerdasan buatan (AI) serta transformasi digital global yang membuat selembar ijazah perguruan tinggi tidak lagi ampuh menjadi modal tunggal untuk menembus ketatnya persaingan dunia industri modern.

“Saat ini kita berada di era transformasi ketenagakerjaan yang bergerak sangat cepat. Dunia industri tidak lagi hanya mencari individu yang memegang selembar ijazah, melainkan mencari sarjana yang cakap dan memiliki kompetensi nyata,” ujar Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat memberikan Kuliah Umum pada acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (13/6/2026).

Afriansyah memaparkan, Program MagangHub ditujukan khusus bagi para lulusan diploma dan sarjana demi mengikis jurang pemisah ketidaksesuaian (mismatch) antara teori akademik kampus dengan keterampilan riil yang diminta pasar kerja.

Lewat program ini, para peserta dipastikan akan memperoleh insentif berupa uang saku, proteksi jaminan sosial ketenagakerjaan, bimbingan mentor profesional, hingga ujian sertifikasi keahlian.

Otoritas ketenagakerjaan menilai, kepemilikan sertifikat lisensi profesi kini jauh lebih bernilai di mata korporasi internasional ketimbang indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas kertas.

Standardisasi kompetensi nasional menjadi alat ukur mutlak apakah seorang pencari kerja siap dilepas langsung ke lapangan atau tidak.

“Ijazah tidak lagi cukup karena industri tidak lagi bertanya apa ijazah kamu, melainkan apa kompetensimu. Sertifikat kompetensi inilah yang menjadi bukti bahwa tenaga kerja kita memiliki standar kemampuan yang dibutuhkan industri,” tegas Afriansyah.

Meski kondisi makro ketenagakerjaan nasional menunjukkan tren positif dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga menyentuh angka 4,68 persen per Februari 2026, ancaman otomatisasi mesin tetap membayangi.

Oleh sebab itu, ekosistem pelatihan vokasi di kawasan strategis termasuk Balai Latihan Kerja (BLK) wajib dikolaborasikan secara agresif dengan perguruan tinggi setempat.

Wamenaker mendorong UM Indonesia memanfaatkan keunggulan geografis wilayah Bekasi yang dikenal sebagai salah satu episentrum kawasan industri terbesar di Asia Tenggara guna menciptakan sinergi segitiga emas antara akademisi, birokrasi, dan pelaku usaha.

"Kampus, pemerintah, dan industri harus bergerak bersama menyiapkan SDM yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini maupun masa depan,” ujarnya.

Afriansyah mengingatkan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam yang bersifat terbatas, melainkan pada ketangkasan intelektual serta keahlian motorik modal manusia (human capital).

Lulusan baru didesak aktif beradaptasi dan tidak terlena dengan gelar akademik yang diraih demi menghindari risiko pengangguran terstruktur.

“Investasi terbaik sebuah bangsa bukan pada sumber daya alamnya, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya. Jadilah motor penggerak kemajuan ekonomi nasional,” pungkas Afriansyah. (af)

Ringkasan AI

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program jaminan kerja berskala masif bertajuk MagangHub dengan sokongan anggaran negara sebesar Rp4,14 triliun untuk mendongkrak kompetensi para lulusan baru (fresh graduate). Langkah taktis ini diambil pemerintah guna merespons disrupsi kecerdasan

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di JepangPekerja Migran Indonesia

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di Jepang

Afifah· 28 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.