
Serahkan Bantuan Alsintan, Wamentan: Anggaran Kita untuk Petani

VOICEINDONESIA,INDRAMAYU - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul Qolbi menegaskan bahwa anggaran yang dikelola oleh Kementerian Pertanian akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk program. Adapun program tersebut nantinya diharapkan dapat meningkatkan produksi maupun ekspor hasil pertanian.
Hal ini ia sampaikan saat kunjungan kerja sekaligus menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) yakni Power Thresher dalam rangka peningkatan hasil pertanian padi, palawija di Desa Malangsari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Senin (21/2).
"Kegiatan hari ini adalah kegiatan kita sehari-hari, karena memang anggaran kita di Kementerian Pertanian akan kita kembalikan lagi ke masyarakat petani. Sehingga kita bisa genjot produksi pangan kita, genjot ekspor kita, bisa meningkatkan motivasi masyarakat petani kita, sehingga bisa jadi lebih banyak yang ingin berkarir di sektor pangan," kata Wamentan Harvick usai menyerahkan bantuan Alsintan kepada petani.
Dalam kunjungan kerjanya itu, Wamentan juga turut menerima beragam aspirasi dari para kelompok petani setempat. Salah satunya, Karsim, petani asal desa Malangsari yang kesulitan mendapatkan pupuk untuk lahan pertaniannya.
"Sedangkan saya punya sawah garapan. Kalau mau mengajukan (pupuk) subsidi tidak mencukupi, sedangkan pupuk yang non subsidi cukup mahal Rp225 ribu per kwintal," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wamentan Harvick pun menyampaikan solusi agar para petani mudah mendapatkan pupuk. Misalnya dengan memanfaatkan program dari Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Program tersebut akan membantu petani dalam mengakses pupuk.
Selain itu, ia juga mengajak para petani untuk memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian. Pasalnya, di tahun 2022, Presiden Joko Widodo menaikkan target penyerapan KUR pertanian mencapai Rp90 triliun. Peningkatan itu dilakukan menyusul sukses penyaluran KUR tahun 2021 di atas target Rp70 triliun, yakni terserap Rp85,6 triliun atau 122 persen.
"Kami sudah menyerap aspirasi petani yang diwakilkan oleh tiga orang tadi. Ini tentu jadi masukan yang baik untuk pemerintah. Dan jika ditemukan adanya penyimpangan kewenangan yang disalahgunakan, laporkan," tutur Wamentan Harvick kepada para awak media.
"Saya hadir di sini menegaskan ke petani, bahwa pemerintah jelas komitmennya. Mudah-mudahan kedatangan saya kesini bisa memberikan semangat baru untuk para petani jangan pesimis," katanya. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



