
Sosialisasi Peluang Kerja,Benny Rhamdani : Jangan ikut bujukan para calo. Maling dan mafia
BANDUNG,AKUUPDATE.ID – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani memberikan sosialisasi meraih peluang kerja ke luar negeri serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) prosedural.
Kali ini kegiatan sosialisasi dilakukan di Graha Wirakarya, Bandung, Kamis (30/9/2021) kepada ratusan siswa dan mahasiswa dari SMK Wirakarya 1 dan 2, Politeknik Pajajaran, Sekolah Tinggi Kesehatan Indonesia (STKINDO) Wirautama, dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Wirakarya Training Center.(30/9)
Benny mengingatkan, bahwa masyarakat perlu mengetahui perbedaan dari PMI prosedural dan non-prosedural. Ia mengimbau untuk meninggalkan pola pikir lama yang menganggap bahwa PMI adalah pekerjaan rendah.
Selain itu, lanjut Benny, ada pula asumsi di masyarakat bahwa bekerja di luar negeri adalah pilihan yang kurang tepat. “PMI adalah pekerjaan terhormat. Setiap tahunnya, PMI menyumbangkan devisa sekitar Rp 159,6 triliun bagi negara ini. Itu sumbangan devisa terbesar kedua, setelah sektor migas. Oleh karena itu, kita perlu menempatkan PMI sebagai warga negara VVIP (very very important person) dengan perlakuan hormat negara dalam bentuk pelayanan dan pelindungan,” pungkas Benny.
Benny mengimbau, masyarakat untuk selalu berhati-hati saat mencari informasi peluang kerja ke luar negeri agar terhindar dari sindikat penempatan ilegal PMI. Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), lanjut Benny, dapat mengunjungi Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendapatkan berbagai informasi peluang kerja dengan mudah.
“Mengikuti perekrutan secara prosedural akan membuat PMI menjadi bermartabat dan sukses. Jangan ikut bujukan para calo. Maling dan mafia dengan praktik kotornya akan menggilas kepentingan CPMI atau masyarakat Indonesia pada umumnya,” imbuh Benny.
Benny menggatakan, kemudahan lain dari BP2MI yang bekerja sama dengan BNI dalam bentuk Kredit Tanpa Agunan (KTA). “PMI adalah pahlawan devisa yang sudah selayaknya diperlakukan hormat negara. Sudah saatnya untuk modal bekerja PMI tidak lagi menjual harta benda milik keluarga atau meminjam uang ke rentenir yang akan menjerat masa depan mereka. Ini adalah keberpihakan pemerintah kepada masyarakat,” tegas Benny.
Hadir pula dalam acara ini perwakilan dari Riki Purwandana selaku Kepala Seksi Penempatan Kerja dan Transmigrasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Asep Dedi selaku Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ciparay, Muhammad Ulin selaku Vice President Divisi Product Development BNI, dan Fredy Agnes Situmorang selaku Kepala Seksi Penyiapan Penempatan UPT BP2MI Bandung. *
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



