VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sejumlah pusat perbelanjaan di ibu kota mendadak memperketat pengamanan dengan memasang pagar tinggi menyusul bayang-bayang trauma kerusuhan Agustus 2025.
Menanggapi hal tersebut jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa situasi keamanan di Indonesia secara umum dan Jakarta khususnya tetap berada dalam kondisi aman serta terkendali.
Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Polisi Fadil Imran menegaskan, berdasarkan data harian pada sistem operasional kepolisian, sama sekali tidak ada indikasi eskalasi gangguan keamanan yang menonjol.
Ia menilai langkah pemilik properti yang memagari kawasan mal merupakan tindakan pengamanan yang wajar dan meminta masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh narasi provokatif yang mencoba menciptakan kepanikan.
“Sampai hari ini, berdasarkan data daily operating reporting system, itu tidak ada hal yang menonjol, tidak ada,” ujar Fadil di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (3/8/2026).
“Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa. Jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya,” tambahnya.
Fadil memastikan bahwa pengamanan rutin oleh korps bhayangkara seperti kesiapsiagaan pasukan Brimob dan Sabhara terus berjalan seperti biasa setiap hari, tanpa ada gelar pasukan atau antisipasi khusus yang bersifat darurat menghadapi bulan Agustus ini.
Senada dengan kepolisian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menyoroti fenomena pemasangan pagar tinggi tersebut.
Ia mengimbau para pengelola mal agar tidak menunjukkan kekhawatiran berlebihan lantaran kondisi ibu kota dipastikan kondusif.
Pemprov DKI, kata dia, saat ini terus berkoordinasi secara intensif dengan jajaran TNI/Polri demi menjamin stabilitas keamanan kota.
Pramono tidak menampik bahwa langkah pengelola mal tersebut kemungkinan besar dilandasi oleh faktor kekhawatiran, mengingat memori kolektif atas peristiwa unjuk rasa berujung kerusuhan yang sempat melanda Jakarta pada Agustus 2025 silam.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah akan mengambil langkah lanjutan agar fasilitas publik tersebut dapat kembali terbuka.
“Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali,” ucap Pramono, Jumat (31/7).
Pemerintah daerah berharap aktivitas warga dapat kembali berjalan normal tanpa rasa cemas, sekaligus mengembalikan fungsi ruang-ruang publik di Jakarta sebagai tempat rekreasi yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat luas. (af)

















