
Umat Muslim di Bali Diimbau Kurangi Pengeras Suara Takbiran saat Nyepi
Baca Juga: Jelang Idulfitri, Ratusan Buruh Garmen Diduga Dipaksa Resign Tanpa Hak Secara khusus, MUI meminta umat Muslim di wilayah Bali dan sekitarnya agar menahan diri dalam penggunaan pengeras suara saat melakukan takbiran. Hal ini dilakukan agar kekhusyukan umat Hindu yang sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian tetap terjaga. "Demikian juga teman-teman kita yang mau takbir, ya takbir, tapi tidak bagi pengeras yang besar, sehingga tidak mengganggu saudara-saudara kita yang sedang melakukan Nyepi," ujarnya. Senada dengan MUI, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut pertemuan momentum Nyepi dan Ramadan sebagai simbol kuat persaudaraan lintas iman. Baca Juga: Realisasi Tunjangan Guru Capai Rp18 Triliun pada Triwulan I 2026 Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk merawat harmoni dalam semangat Vasudhaiva Kutumbakam. "Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga," ucap Nasaruddin. Melalui dialog dan pengaturan yang baik, diharapkan seluruh umat beragama di Indonesia dapat menjalankan ibadah masing-masing dengan nyaman dan maksimal demi terciptanya kedamaian nasional. (af/hi) Pilihan Redaksi: Reformasi Perlindungan Upah Awak Kapal Perikanan Asing Taiwan
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



