VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Seorang wanita muda berusia 20 tahun tewas setelah tertabrak kereta rel listrik (KRL) di kawasan perlintasan rel Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026) siang. Korban diketahui bernama Rahmanda Rahim, warga Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten.
Sebelum kejadian, korban diketahui datang ke lokasi menggunakan jasa ojek online. Berdasarkan keterangan pengemudi ojek online yang mengantarnya, korban sempat meminta diantar ke bantaran rel untuk merekam video kereta yang melintas.
Pengemudi ojek online bernama Aris menuturkan, awalnya korban meminta dibuatkan video kereta untuk dikirimkan kepada adiknya sebagai bahan video untuk pulang kampung.
Aris kemudian mengantarkan korban ke kawasan perlintasan rel Pejompongan. Setibanya di lokasi, korban sempat meminta izin kepada petugas yang berjaga di sekitar pintu perlintasan untuk merekam kereta dari area yang dianggap aman.
Menurut Aris, petugas memperbolehkan korban merekam video dengan syarat tidak melewati batas pengaman atau gapura perlintasan karena berbahaya.
Kereta pertama yang melintas sempat direkam korban. Namun, ketika kereta berikutnya akan melintas, korban tiba-tiba berlari menuju jalur rel.
"Saya nengok ke kiri, dia sudah lari dari tempat duduknya ke situ, ke tempat lintasan kereta. Nggak tahunya dia mau nabrak pintu. Saya nggak tahu, Pak. Kayaknya sih iya," ujar Aris menceritakan detik-detik kejadian.
Peristiwa tersebut membuat warga di sekitar bantaran rel geger. Korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta mengidentifikasi korban.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, untuk menjalani proses pemeriksaan dan autopsi.
Hingga kini, penyebab pasti peristiwa tersebut masih dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak kepolisian. (rnm)























