VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – CEO Games of Society, Novel Leonardo menegaskan komitmen pihaknya dalam membangun ekosistem olahraga usia muda secara mandiri dan berkelanjutan melalui gelaran Wondr Futsal Series 2026. Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan kompetisi futsal pelajar tersebut di Surabaya.
Novel menyampaikan bahwa perkembangan pesat yang diraih sejak perusahaannya berdiri pada 2022 tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu dukungan utama datang dari Bank BNI yang konsisten menjadi Naming Rights Partner Official.
"Pada tahun 2022, Games of Society berdiri. Hingga hari ini, kami ada di titik ini sudah pasti datang dari kontribusi banyaknya stakeholders. Salah satu yang paling signifikan adalah wondr by BNI dengan kepercayaan yang luar biasa dari tahun 2024, 2025, hingga 2026 tahun ini menjadi Naming Rights Partner Official Futsal Series," kata Novel.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya mengusung misi membawa nilai positif bagi generasi muda melalui media futsal. Saat ini, jangkauan operasional Futsal Series telah menembus 40 kota di Indonesia, membentang dari Aceh hingga Papua, dengan mengandalkan tata kelola dan komersialisasi profesional.
Sebagai ujung tombak kompetisi futsal pelajar di tanah air, wondr Futsal Series terus berekspansi memperluas jangkauan pembinaannya. Pada musim 2025 lalu, penyelenggaraan ini mencetak rekor melalui: 55 event yang mencakup level profesional, SMA, dan perguruan tinggi, 40 titik regional yang tersebar dari Aceh hingga Papua, partisipasi lebih dari 1.000 tim SMA dan 16.000 atlet. Kehadiran 756.881 penonton secara langsung di berbagai venue dan 34 juta jangkauan digital (digital reach) dengan lebih dari 2,5 miliar impresi di media sosial.
Di luar lapangan pertandingan, wondr Futsal Series juga proaktif turun langsung melalui program School Visit yang menjangkau sekitar 1.200 sekolah setiap tahunnya. Program ini fokus pada edukasi, aktivasi olahraga, serta pengenalan jalur karier futsal kepada para pelajar.
"Saya dengan bangga mau mengatakan langsung di depan media: hingga detik ini, kami belum pernah menerima dana sepersen pun dari pemerintahan atau negara. Kami murni melakukan komersialisasi dari sponsorship, ticketing offline, dan juga monetisasi privat lainnya," tegasnya.
Dampak dari ekosistem ini dinilai mampu merangkul ratusan ribu pemuda dan penonton secara langsung di berbagai daerah, yang turut terintegrasi dengan pemanfaatan layanan digital.
"Kami yakin nilai yang kami bangun di komunitas sekolah, komunitas para pelajar, dan komunitas anak muda tidak cuma memberikan benefit kepada stakeholders anak muda secara langsung. Di tahun lalu, kami dipercaya oleh 765.000 penonton offline yang langsung datang ke stadion," terangnya.
Lebih jauh, Novel menekankan bahwa kompetisi ini dirancang lebih dari sekadar turnamen olahraga biasa. wondr Futsal Series dibangun sebagai wadah pembinaan karakter yang melibatkan seluruh jaringan pendukung para atlet muda.
"Futsal Series atau wondr Futsal Series bukan cuma sekadar event organizer tim A melawan tim B. Kami punya banyak narasi dan nilai yang kami bangun: bagaimana peran orang tua, teman-teman, kepala sekolah, dan guru, serta peran stakeholders lainnya di dalam ekosistem kami. Karena anak muda adalah masa depan bangsa," pungkas Novel.(fsm)


















