VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Puluhan ulama dan santri yang tergabung dalam Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) menggelar Salat Gaib untuk mendoakan lima penumpang korban meninggal dunia dalam insiden terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Minggu (2/8/2026).
Salat Gaib tersebut dilaksanakan usai Salat Isya di Surabaya, Selasa (4/8/2026) malam. Ketua Umum JKSN, KH. Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
"Kita mendoakan mereka agar husnul khatimah, diterima di sisi terbaik Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, perlindungan, dan ketabahan," kata Kiai Asep, panggilan akrab KH Saifuddin Chalim yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) ini.
Selain menggelar Salat Gaib bagi korban jiwa musibah KM Mutiara Sentosa 2, majelis doa yang dipimpin Kiai Asep yang juga Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, juga diisi dengan pelaksanaan Salat Hajat.
"Kegiatan ini diniatkan khusus agar Provinsi Jawa Timur senantiasa dilimpahi keselamatan dan perlindungan dari berbagai musibah," tutur penerima gelar kehormatan Mahaputra Nararya dari Presiden RI, Prabowo ini.
Dalam kesempatan yang sama, para kiai dan santri turut memanjatkan doa agar rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung di Ponpes Tambakberas Jombang pada 27-31 Agustus 2026 dapat berjalan sukses dan menghasilkan kepemimpinan terbaik bagi umat.
"Kita berdoa tidak ada musibah lagi yang terjadi di Jawa Timur dan Indonesia, sekaligus mendoakan Muktamar NU di Jombang agar melahirkan pimpinan NU terbaik dari yang paling baik," ujar Kiai Asep, yang merupakan putra salah seorang pendiri jamiyah Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Chalim dari Majalengka, Jawa Barat ini.
Diberitakan sebelumnya, operasi SAR khusus pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 resmi dihentikan dan dialihkan menjadi operasi rutin, Selasa (4/8/2026) malam. Pengalihan itu dilakukan setelah seluruh penumpang beserta awak kapal dengan total 238 orang telah berhasil dievakuasi.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, keputusan untuk menghentikan operasi khusus dan mengalihkan menjadi operasi rutin itu diambil setelah petugas memastikan data manifes dan jumlah penumpang yang sudah dievakuasi sinkron.
Data manifes menyebut terdapat 238 orang penumpang beserta awak kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak.
"Kita dapati data riil dari pemilik dan Syahbandar jika jumlah ada 238 orang. Semuanya sudah dievakuasi. Sebanyak 233 orang dinyatakan selamat, sementara lima orang dinyatakan meninggal dunia," kata Syafii.
Syafii menjelaskan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Utara sumenep tepatnya posisi 57 nautical mile dari Surabaya.
Saat api perlahan melahap bagian demi bagian KMP Mutiara Sentosa 2, ratusan penumpang berhasil diselamatkan oleh sejumlah kapal pengguna jasa transportasi perairan yang melintas, seperti Kapal Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur, KRI Nala, dan sarana laut lainnya.
"Selama dua jam lebih para korban terapung di lautan sebelum petugas dan sejumlah armada kapal di sekitar lokasi turut membantu dan mengevakuasi para korban," tuturnya.
Dalam peristiwa ini, penanganan darurat yang dilakukan oleh kapten dan kru kapal saat kebakaran terjadi mendapat apresiasi dari Syafii. Kru kapal dengan cepat melakukan broadcast komunikasi darurat sehingga seluruh penumpang dapat diarahkan mengenakan life jacket dan bergerak menuju anjungan. (fsm)



















