VOICEINDONESIA.CO, Banjarmasin – Anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, Akmal, mengungkapkan kapal tiba-tiba miring sebelum kemudian tenggelam dalam waktu kurang dari lima menit saat mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9).
Akmal mengatakan sebelum kapal miring, dirinya tidak merasakan tanda-tanda yang menunjukkan adanya masalah. Ia juga tidak mendengar guncangan maupun suara air yang masuk ke dalam kapal.
“Saya lagi tidur, pas bangun kapal sudah miring. Saya lari ke kamar, ambil pelampung, terus lompat ke laut,” kata Akmal saat ditemui setelah berhasil dievakuasi pada operasi SAR hari ketiga dan mendarat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026).
Akmal merupakan satu dari 22 korban selamat yang berhasil dievakuasi menggunakan Kapal Rigid Buoyancy Boat (RBB) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin. Sebelumnya, ia dievakuasi dari KRI Nala di lokasi kejadian setelah sempat beberapa kali berpindah kapal sejak berhasil diselamatkan pada Minggu (13/9) pukul 10.00 Wita.
Menurut Akmal, kondisi kapal masih normal sebelum dirinya tertidur. Setelah terbangun, kemiringan kapal berlangsung sangat cepat sehingga ia tidak sempat melakukan banyak hal selain mengambil pelampung dan menyelamatkan diri.
“Pas tenggelam enggak lama, enggak sampai lima menit kapal tenggelam,” ungkapnya.
Akmal mengatakan dirinya baru mendengar alarm ketika sudah berada cukup jauh dari kapal. Saat itu, kapal sudah dalam kondisi terbalik sehingga ia terus menjauh untuk menghindari situasi yang membahayakan.
“Saat kapal mulai terbalik saya melihat banyak orang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, orang-orang itu masih hidup saat sudah di air,” katanya.
Saat kecelakaan terjadi, Akmal berada di bagian belakang kapal dan jauh dari ruang nakhoda. Karena itu, ia mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi di bagian depan kapal sebelum kemiringan terjadi.
Ia juga mengaku tidak mengetahui informasi mengenai perkiraan gelombang setinggi dua hingga tiga meter sebelum kapal berangkat. Menurut dia, dirinya hanya mengikuti perintah untuk berlayar sesuai jadwal.
Akmal yang telah bekerja sekitar tiga bulan di KM Virgo Transport 8 mengatakan belum pernah mengalami kejadian serupa selama bekerja di kapal tersebut.
Hingga Selasa (15/9) pukul 09.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang berada di dalam KM Virgo Transport 8.
Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 110 korban sudah mendarat di Banjarmasin. Rinciannya, 108 korban selamat dan dua korban meninggal dunia.
Sementara empat korban lainnya yang meninggal dunia masih dalam proses evakuasi menggunakan armada udara menuju Lanud Syamsudin Noor. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
KM Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). (af)



























