VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026) pagi, diwarnai aksi perlawanan. Sejumlah orang yang hendak diamankan petugas meronta hingga menangis.
Seorang pria terlihat meronta hebat saat akan dibawa ke mobil Dinas Sosial. Sambil meracau, ia berusaha melepaskan diri dari petugas yang membawanya.
Situasi serupa terjadi pada seorang perempuan. Ia menangis saat digiring ke kendaraan petugas dan mengaku sedang sakit.
Wakil Camat Sawah Besar Yulia Fransiska mengatakan, keberadaan PMKS di kawasan Masjid Istiqlal berpotensi mengganggu ketertiban umum, terutama karena lokasi tersebut ramai dikunjungi jamaah serta wisatawan lokal dan mancanegara.
"Keberadaan PMKS ini menjadi potensi gangguan ketertiban umum di kawasan ini," kata Yulia.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sekitar 40 PMKS. Mereka selanjutnya dibawa ke Kantor Kecamatan Sawah Besar untuk menjalani pendataan dan pembinaan.
Yulia mengatakan, pihaknya masih mendata asal para PMKS tersebut, termasuk memastikan apakah mereka berasal dari Jakarta atau daerah lain.
"Yang pasti kita lakukan pendataan, pembinaan, dan tentu penertiban. Bukan sekadar penertiban, tapi upaya Pemprov melakukan perlindungan dan penanganan masalah sosial dari PMKS," pungkasnya. (rnm)























