VOICEINDONESIA.CO, Gresik – Beredar luas di media sosial (medsos) terkait dugaan perundungan (bully) dan penganiayaan terhadap seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.
Santri berinisial D berusia 15 tersebut diduga mengalami kekerasan hingga mengalami luka bakar di bagian punggung dan tangan. Luka itu disebut akibat disetrika oleh seniornya.
Foto kondisi korban sempat diunggah akun Facebook W Grissee ke grup zonautara. Dalam foto tersebut, terlihat luka bakar pada punggung sebelah kiri dan tangan kanan korban. Sejumlah luka juga tampak di bagian leher dan tubuh lainnya.
“Pembullyan di lingkungan ponpes oleh rekan sesama pondok. Info kejadian Kamis pekan kemarin. Lokasi Wonokerto, Dukun Gresik,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu kemudian mendapat banyak tanggapan dari warganet. Disebutkan pula bahwa korban merupakan anak penyandang disabilitas.
Salah satu akun bernama Ziya yang mengaku sebagai keluarga korban menyebut korban telah dua kali mengalami dugaan penganiayaan menggunakan setrika.
“Kebetulan itu saudaraku, kata korban sudah dua kali dia disetrika. Pertama kena kuping, pelipis. Kedua seperti yang difoto itu,” tulis Ziya.
Menurut Ziya, korban diduga tidak berani menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga. Saat keluarga menjenguk korban pada Jumat, korban disebut belum mengungkapkan dugaan kekerasan yang dialaminya.
Keluarga baru mengetahui adanya luka setelah pengurus pondok menghubungi mereka pada Senin dan meminta korban dijemput karena disebut mengalami panas tubuh.
Ibu korban kemudian melihat adanya luka di tangan. Saat diminta membuka baju, keluarga menemukan luka bakar pada bagian punggung korban.
Keluarga selanjutnya mendatangi pondok untuk meminta penjelasan. Namun, menurut Ziya, keluarga belum mendapatkan kejelasan terkait dugaan kekerasan tersebut.
“Paginya semua keluarga ke pondok, tapi tidak ada ketegasan dari pondok. Malah saling menyalahkan,” ujarnya dalam komentar di media sosial.
Kasus dugaan perundungan dan penganiayaan tersebut menjadi perhatian setelah foto luka korban beredar luas di media sosial.(fsm)



























