VOICEINDONESIA.CO, Banten –
Misteri jasad pria tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terungkap. Hasil pemeriksaan DNA memastikan jenazah tersebut merupakan Sukarman, salah satu anak buah kapal atau ABK KM Arupadatu I yang hilang bersama lima jurnalis dan dua kru lainnya di perairan Selat Sunda.
Kepastian identitas Sukarman disampaikan Polda Banten pada Rabu, 23 September 2026. Hasil pemeriksaan menunjukkan DNA jenazah identik dengan sampel keluarga biologis Surakman.
Jasad tersebut sebelumnya ditemukan di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu, 12 September 2026.
Saat pertama ditemukan, korban belum diketahui identitasnya. Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Bengkulu menerima laporan penemuan jenazah sekitar pukul 17.19 WIB.
Humas Basarnas Bengkulu Mega Silva mengatakan laporan tersebut diterima dari Koordinator Unit Siaga Enggano setelah adanya informasi dari unsur Polair, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat setempat.
“Basarnas Bengkulu menerima informasi penemuan mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada Sabtu sore.”
Saat itu, Basarnas belum dapat memastikan identitas maupun penyebab kematian korban dan menyerahkan proses identifikasi kepada pihak terkait.
Jenazah kemudian dievakuasi dari Enggano menuju Kota Bengkulu menggunakan pesawat Susi Air pada Senin, 14 September 2026. Dua petugas kepolisian turut mendampingi proses evakuasi tersebut.
Sesampainya di Bengkulu, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan dan autopsi.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto ketika itu mengatakan kondisi jenazah sudah sulit dikenali secara visual karena mengalami pembusukan.
“Kondisi jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano untuk saat ini memang sulit dikenali karena sudah mengalami pembusukan.”
Polisi kemudian mengambil sampel DNA jenazah dan mengirimkannya ke Pusdokkes Polri untuk dibandingkan dengan data keluarga rombongan KM Arupadatu I.
“Jenazah Mr. X yang ada di RS Bhayangkara Polda Bengkulu saat ini DNA-nya sedang dicocokkan dengan lima jurnalis dan tiga ABK yang hilang berada di wilayah Polda Banten.”
Hasil pemeriksaan tersebut akhirnya memastikan bahwa jenazah Mr. X merupakan Sukarman, ABK KM Arupadatu I.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan hasil pemeriksaan DVI menunjukkan kecocokan secara genetik dengan keluarga Sukarman.
“Secara genetik, jenazah Mr. X tadi teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal Arupadatu I.”
Jenazah Sukarman selanjutnya direncanakan diberangkatkan dari Bengkulu menuju Jakarta untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
KM Arupadatu I sebelumnya hilang kontak pada 7 September 2026 ketika membawa lima jurnalis dan tiga kru dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan.
Operasi pencarian gabungan telah dilakukan selama 10 hari dengan melibatkan unsur SAR, TNI, Polri, dan berbagai pihak lainnya. Namun, hingga operasi dihentikan, keberadaan kapal dan korban lainnya belum berhasil ditemukan.
Penemuan dan identifikasi Sukarman di Pulau Enggano kini menjadi perkembangan terbaru dalam kasus hilangnya rombongan tersebut. Sementara itu, keberadaan korban lainnya masih menjadi bagian dari penelusuran berdasarkan informasi dan petunjuk baru yang ditemukan. (rnm)



























