VOICE Indonesia
Daerah

Kebakaran Toko Klontong, Satu Orang Ditemukan Tewas di Bak Mandi

Joko Hermanto - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
1604702
Petugas Damkar Kota Malang saat berupaya memadamkan api di Toko Madura perempatan Galunggung.(Foto: Dok Istimewa)

VOICEINDONESIA.CO, Malang – Peristiwa kebakaran toko kelontong atau toko Madura di Jalan Galunggung, Kota Malang, Selasa (22/9/2026), berujung tragis. Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka bakar dalam insiden yang juga menghanguskan sejumlah bangunan di sekitar lokasi.

Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizky Darmawan mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 08.30 WIB. Sebanyak lima unit kendaraan pemadam dengan 15 personel kemudian dikerahkan ke lokasi.

"Yang pertama kami dari UPT Damkar Kota Malang turut berduka cita yang mendalam ya, atas meninggalnya satu korban jiwa dan kemudian satu korban luka dalam peristiwa terbakar sebuah warung kelontong ya, toko kelontong atau warung Madura di Jalan Galunggung," kata Pandu di lokasi.

Dijelaskan Pandu, laporan pertama kali masuk sekitar 08.30 WIB. Kemudian, pihaknya mengerahkan lima unit kendaraan dengan 15 personel.

“08.45 kami mulai operasi dan Alhamdulillah 10.45 dapat kami akhiri. Jadi operasi ini kita selesaikan dalam waktu 2 jam dengan mengerahkan lima unit kendaraan, 15 personel, dan juga penggunaan sumber daya air 32.000 liter,” ungkap Pandu.

Menurut Pandu saat operasi, pihaknya tidak menemukan kendala yang berarti. Hanya saja, kepulan asap yang tebal membuat petugas Damkar Kota Malang harus menggunakan alat bantu pernafasan atau biasa disebut BA (Breathing Apparatus).

Pandu menjelaskan, dua korban dalam peristiwa tersebut seluruhnya merupakan laki-laki. Satu korban meninggal dunia dan telah dievakuasi menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka bakar.

"Untuk korban ya, untuk korban dua orang, semuanya laki-laki. Satu orang meninggal dunia, saat ini sudah dievakuasi menuju RSSA, dan satu orang korban luka bakar," kata Pandu.

Yang cukup memilukan, korban meninggal ditemukan petugas di lantai dua bangunan. Korban berada di dalam bak mandi ketika petugas melakukan pencarian di tengah kondisi bangunan yang dipenuhi asap.

"Untuk korban yang meninggal ditemukan di lantai dua ya, tepatnya di dalam bak mandi. Nah, mungkin yang bersangkutan mencari perlindungan di bak mandi, namun itu adalah langkah yang keliru ya, karena tidak didapati jalur evakuasi di situ. Sehingga korban terjebak dalam kepulan asap yang membuat sesak napas," beber Pandu.

Sementara itu, berdasarkan informasi awal yang diterima Damkar, sumber api berada di lantai satu bangunan utama. Api diduga bermula ketika penjaga toko tengah memasak mie instan sebelum kemudian menyambar stok bensin yang disimpan dalam sejumlah jerigen.

"Titik api awal terjadi di lantai satu ya, atau di bangunan utama. Ini informasi awal yang bersangkutan sedang memasak mie, kemudian menyambar ke stok penyimpanan bensin atau jerigen-jerigen berisi bensin," ungkap Pandu.

Besarnya kobaran api disebut turut dipengaruhi kondisi lokasi yang tidak dilengkapi alat pemadam api ringan atau APAR. Petugas Damkar mengaku tidak menemukan APAR, baik di toko yang terbakar maupun bangunan ruko di sisi kanan dan kirinya.

"APAR kami tidak menemukan di lokasi, baik di toko kelontong yang terbakar maupun di ruko kanan-kirinya. Sehingga ketika petugas datang memang kondisi api sudah luar biasa besar," kata Pandu.

Selain korban yang berada di lantai dua, satu korban lainnya disebut sempat berupaya menyelamatkan rekannya. Berdasarkan informasi yang diterima Damkar, korban tersebut berusaha menolong rekannya yang sedang beristirahat di lantai atas setelah menjalani shift malam menjaga toko.

"Informasinya seperti itu, korban mengalami luka saat berusaha menyelamatkan temannya di lantai atas yang sedang beristirahat karena setelah selesai shift jaga malam, sehingga pagi hari istirahat di atas," lanjut Pandu.

Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Petugas mengakhiri operasi sekitar pukul 10.45 WIB setelah menghabiskan sekitar 32.000 liter air.

Kepulan asap tebal menjadi salah satu kendala petugas saat melakukan penanganan. Kondisi tersebut membuat personel harus menggunakan alat bantu pernapasan untuk masuk dan melakukan penyisiran di dalam bangunan. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pendalaman pihak terkait.(joe)

Ringkasan AI

Peristiwa kebakaran toko kelontong atau toko Madura di Jalan Galunggung, Kota Malang, Selasa (22/9/2026), berujung tragis. Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka bakar dalam insiden yang juga menghanguskan sejumlah bangunan di sekitar lokasi.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kesenjangan Kompetensi SDM Indonesia dan Lapangan Kerja Masih MengangaPekerja Migran Indonesia

Kesenjangan Kompetensi SDM Indonesia dan Lapangan Kerja Masih Menganga

Afifah· 22 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.