VOICE Indonesia
HOT
Daerah

Kekeringan di Jember Meluas Hingga 12 Kecamatan

Joko Hermanto - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
1742758
Pendistribusian air bersih di Kelurahan Tegal Besar, Jember.(Foto: Dok.Istimewa)

VOICEINDONESIA.CO, Jember – Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Jember memicu krisis air bersih dan berdampak luas pada ribuan kepala keluarga (KK). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, wilayah terdampak kekeringan terus meluas dari perkiraan sebelumnya.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengungkapkan bahwa perluasan wilayah ini terjadi karena kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dari estimasi awal.

Data terbaru, catatan darurat menunjukkan sebanyak 3.340 KK yang tersebar di 12 kecamatan, 22 desa/kelurahan, dan 32 dusun kini mengalami krisis air bersih.

“Kalau dua hari lalu kita masih pada posisi 10 kecamatan, per sore kemarin sudah berkembang lagi menjadi 12 kecamatan, 22 desa atau kelurahan, dan 32 dusun,” ujar Edy, Senin (26/10).

Dampak kekeringan ini tidak hanya menyulitkan kebutuhan air minum warga, tetapi juga melumpuhkan fasilitas umum,seperti mushola yang terpaksa menutup kamar mandi akibat ketiadaan pasokan air.

Untuk mengatasi darurat air bersih tersebut, BPBD Jember telah mendistribusikan sekitar 1,9 juta liter air bersih kepada warga di wilayah terdampak. Operasi ini didukung penuh oleh armada truk tangki lintas instansi dari BPBD,PDAM, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), serta PMI. Selain itu, dukungan tambahan juga datang dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan Baznas Jatim.

Selain pengiriman air secara berkala, pihak BPBD juga telah menyalurkan lebih dari 100 tandon air untuk membantu penyimpanan di lokasi-lokasi yang membutuhkan.

Kendati demikian, tantangan besar menghadang seiring prakiraan cuaca yang menyebutkan bahwa musim hujan baru akan mulai turun pada akhir November hingga awal Desember 2026.

Kondisi geografis Jember yang berbukit-bukit dan terjal seperti di wilayah Kecamatan Silo turut memerlukan kerja sama ekstra dengan pemerintah desa agar distribusi bisa menjangkau permukiman di lereng.

Edy tidak menyangkal adanya kekhawatiran terkait kesiapan armada serta logistik tandon apabila musim kemarau terus berlanjut melampaui estimasi.

“Kalau ini terus berkembang sampai dengan awal Desember, kekhawatiran kami stok tandon kami juga habis. Kemudian truk-truk kami juga tentu saja sudah banyak mengalami keausan atau kerusakan,” kata Edy.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, BPBD Jember turut mendorong mitigasi jangka panjang melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), pembangunan sumur bor permanen, hingga reboisasi untuk melestarikan sumber mata air.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar senantiasa menggunakan air secara bijak di tengah ancaman kekeringan yang masih berlangsung.(joe)

Pilihan Redaksi

Pemerintah Berangkatkan 271 PMI ke Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Pemerintah Berangkatkan 271 PMI ke Korea Selatan

S Nurafifa· 26 October 2026
#Krisis air bersih#Jember#Jatim#BPBD Jember#Pembangunan sumur bor#musim kemarau#tandon air
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.