VOICEINDONESIA.CO, Jambi – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Jambi mendesak masyarakat agar tidak mudah tergiur penawaran paket umrah dengan harga di bawah batas kewajaran. Peringatan ini merespons kasus gagal berangkatnya puluhan calon peserta umrah melalui biro perjalanan PT Gema Suara Talbia beberapa waktu lalu.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Jambi Muhammad Kholis menegaskan bahwa harga merupakan indikator utama yang wajib dicermati sebelum masyarakat menyetorkan dana.
Mengingat tingginya harga tiket pesawat dan naiknya kurs dolar saat ini, standar wajar biaya perjalanan umrah berada di angka Rp26 juta untuk menutupi seluruh operasional, termasuk penerbangan, akomodasi hotel, dan transportasi di Arab Saudi.
"Tentu harus dipertimbangkan, kalau jauh di bawah itu termasuk tidak wajar dan perlu diwaspadai," ucap Kholis di Jambi, Rabu (19/8/2026).
Kholis mengingatkan calon jamaah untuk selalu mengedepankan logika saat ditawari harga murah, meskipun biro perjalanan menggunakan dalih trik pemasaran.
"Mau disebut subsidi atau seat kosong, jangan terlalu percaya dulu. Kalau harga yang ditawarkan Rp20 juta untuk ke Arab Saudi, logikanya saja, tiket pesawat berapa, hotel berapa," katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa faktor-faktor ekonomi global sangat memengaruhi struktur operasional biro perjalanan. Harga yang tidak relevan dengan kondisi ekonomi saat ini sudah sepatutnya dicurigai.
"Acuan biaya perjalanan umrah dari harga biasanya sebelum terjadi kenaikan harga avtur dan kondisi harga tiket pesawat dan nilai tukar yang berubah, tawaran jauh di bawah angka ini, patut dicermati," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenhaj Kota Jambi meminta masyarakat memperketat pengecekan terhadap biro perjalanan.
Calon jamaah diwajibkan memverifikasi legalitas izin, memastikan keberadaan kantor fisik, serta menelusuri rekam jejak keberangkatan penyelenggara.
Kholis berpesan agar masyarakat tidak terburu-buru membayar hanya karena penampilan biro yang tampak meyakinkan. Pengendalian diri dan pengecekan rasionalitas harga menjadi kunci agar kasus penipuan jamaah tidak kembali terulang.



























