VOICEINDONESIA.CO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendampingi kesehatan jiwa santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam pasca insiden dugaan keracunan massal menu makanan. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan kondisi psikologis para santri setelah ratusan di antara mereka sempat dirawat di rumah sakit.
Pemeriksaan cepat (rapid assessment) dan pendampingan psikologis digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama Tim Kesehatan Jiwa Puskesmas Tanggulangin serta Puskesmas Jabon, Kamis 3 September 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendeteksi dini trauma dan memberikan rasa aman bagi anak-anak.
Kasus dugaan keracunan ini bermula setelah santri mengonsumsi sajian makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin. Pemeriksaan psikologis dilakukan menyasar 59 santri.
“Kami ingin memastikan kesehatan jiwa para santri juga mendapatkan perhatian. Melalui rapid assessment ini, kami mendeteksi awal untuk mendampingi mereka apabila ada santri yang membutuhkan dukungan lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina.
Lakhsmie menegaskan, penanganan dilakukan secara humanis agar para santri bisa leluasa mengekspresikan trauma maupun kecemasan yang dirasakan. Pemkab Sidoarjo tidak hanya menitikberatkan pemulihan fisik, tetapi juga aspek psikis korban.
“Kami tidak hanya melihat kondisi fisiknya, tetapi juga psikologisnya. Anak-anak perlu mendapatkan rasa aman dan dukungan setelah mengalami situasi seperti ini. Jika dari hasil asesmen ditemukan santri yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, tentu akan dilakukan penanganan sesuai kebutuhannya,” ujar Lakhsmie.
Pendampingan dipusatkan di dua titik, yakni Desa Putat (Kecamatan Tanggulangin) dan Balongdowo (Kecamatan Candi). Tempat tinggal sebagian santri berada di Balongdowo, meski mereka mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Putat.
Melalui pendampingan menyeluruh di dua lokasi tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap proses pemulihan psikologis berjalan optimal. Dengan demikian, para santri dapat kembali melanjutkan aktivitas belajar dan beribadah dengan aman serta nyaman.(joe)



























