VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sejumlah kasus gangguan kesehatan yang diduga terjadi setelah konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah ternyata sudah masuk tahap penyidikan oleh aparat penegak hukum, kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono usai rapat dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2026) malam.
Sudaryono mengungkap laporan gangguan kesehatan tersebut antara lain terjadi di Sidoarjo (Jawa Timur), Agam (Sumatera Barat), dan Lasem (Jawa Tengah), meski ia tidak merinci lokasi maupun kasus mana saja yang telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.
"Apakah ada yang tersangka atau tidak? Kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan," imbuhnya.
Ia menegaskan status pidana atau tidaknya kasus tersebut sepenuhnya bergantung pada hasil penyelidikan aparat penegak hukum.
"Pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum," kata Sudaryono.
Sudaryono memastikan BGN tengah melakukan evaluasi menyeluruh menyusul rentetan laporan gangguan kesehatan tersebut, sekaligus berkomitmen memperbaiki tata kelola program ke depannya.
"Tentu kami sangat terpukul sebetulnya, tapi kami tidak boleh menyerah. Insyaallah ini kami perbaiki semua tata kelolanya, aturannya, penataan keuangannya, dan lain sebagainya," katanya.



























