VOICE Indonesia
HOT
Daerah

Target Juara di Porprov 2027, Panjat Tebing Surabaya Runner-up Popda 2026

Farhan Sunday Mahardika - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi3 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
1000030464
Raih 2 Emas di Popda, Panjat Tebing Surabaya Mulai Bidik Porprov 2027.(Foto: Dok.Istimewa)

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Tim panjat tebing Surabaya finish sebagai runner-up dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026. Meski belum menjadi juara umum, hasil tersebut menjadi modal evaluasi sekaligus pemanasan bagi Surabaya sebelum tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Hingga pertandingan terakhir yang berlangsung di wall climbing Jatim Seger pada 1-5 November 2026, Surabaya mengoleksi enam medali, masing-masing dua emas, dua perak, dan dua perunggu.

Surabaya berada di posisi kedua, di bawah Gresik yang juga mengumpulkan dua emas. Namun, Gresik unggul dalam perolehan medali perak dengan tiga keping dan satu perunggu.

Pelatih panjat tebing Surabaya, Wijang Dwi Raharjo, tidak terlalu mempersoalkan posisi tersebut. Menurutnya, Popda kali ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memetakan kekuatan daerah lain menjelang Porprov 2027.

Wijang mengakui persiapan timnya masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan sarana latihan yang belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Banyak tantangan yang kami hadapi selama Popda 2026. Hal yang paling krusial adalah sarana latihan, yang untuk sementara kami masih menumpang,” ujar Wijang, Jumat (6/11).

Hingga saat ini, tim panjat tebing Surabaya belum bisa memaksimalkan fasilitas wall climbing milik Pemerintah Kota Surabaya. Akibatnya, para atlet harus menjalani latihan di lapangan Jatim Seger.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan agar persiapan menuju Porprov 2027 bisa berjalan lebih maksimal. Terlebih, Surabaya akan bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Selain persoalan fasilitas, Wijang juga menyoroti hasil yang belum maksimal di nomor speed perorangan putri. Atlet Surabaya, Jessica Malva, harus puas dengan medali perak setelah terpeleset pada babak final dan kalah dari Nayra Zeba asal Probolinggo.

“Terus terang kami kurang beruntung di kategori speed. Ini akan kami benahi,” tegasnya.

Meski demikian, Wijang menilai Popda memberikan banyak pelajaran bagi timnya. Apalagi, sejumlah daerah lain juga mulai menurunkan atlet yang diproyeksikan untuk memperkuat tim pada Porprov 2027.

“Kami juga mengamati kekuatan lawan di ajang ini. Kebetulan banyak kontingen lain yang menurunkan tim yang dipersiapkan untuk Porprov 2027,” katanya.

Seluruh atlet yang memperkuat Surabaya dalam Popda kali ini merupakan bagian dari program pemusatan latihan cabang (puslatcab). Mereka akan terus menjalani pembinaan dan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan sebelum menghadapi persaingan di Porprov mendatang.

Dari enam medali yang diraih, dua emas Surabaya disumbangkan Okandra Jodie Syailendra dari nomor lead putra dan Egan Fansa Patu Ozora dari nomor speed world record putra. Sementara itu, dua medali perak diperoleh Al Djava Lingga dan Jessica Malva dari nomor speed putra dan putri.

Di sisi lain, Gresik tampil menonjol melalui Mayra Azalia Nabila dan Azifatur Rohmah. Mayra menjadi salah satu atlet paling bersinar setelah meraih dua medali emas dari nomor lead dan boulder putri. Sedangkan Azifatur membawa pulang dua medali perak dari kedua nomor tersebut. Selain Surabaya dan Gresik, sejumlah daerah juga berhasil membawa pulang medali.

Probolinggo meraih satu perak dan satu perunggu, sedangkan Lamongan mengamankan satu emas. Kota Malang mendapatkan satu perak, Kota Blitar meraih tiga perunggu, dan Sidoarjo membawa pulang satu perunggu.

Presiden Juri Popda 2026, Andika Hadi Winata, menjelaskan bahwa cabang olahraga panjat tebing dalam ajang tersebut mempertandingkan tiga nomor perorangan, yakni lead, speed, dan boulder.

“Semua kategori hanya melombakan nomor perorangan dan pesertanya masih berstatus pelajar. Ada yang masih SMP, tetapi rata-rata sudah SMA,” ujar Andika.

Bagi Surabaya, hasil Popda 2026 bukan sekadar soal posisi di klasemen medali. Evaluasi terhadap kemampuan atlet, pembenahan fasilitas latihan, serta pemetaan kekuatan pesaing menjadi bekal penting untuk mempersiapkan tim menghadapi Porprov Jatim.(fsm)

Pilihan Redaksi

SPPI Dorong Perda Perlindungan Pekerja Migran Manggarai Segera DibentukPekerja Migran Indonesia

SPPI Dorong Perda Perlindungan Pekerja Migran Manggarai Segera Dibentuk

VOICE Indonesia· 06 November 2026
#Surabaya#Panjat tebing#Popda 2026#Porprov Jatim 2027#wall climbing Jatim seger
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.