VOICE Indonesia
Edukasi

Lima Cara Kelola Gaji PMI Agar Pulang Bawa Hasil

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co17 Mei 2026 pukul 17.50 WIB
Tampak dari atas, suasana meja kerja dengan catatan keuangan, kalkulator, uang rupiah, dan paspor Indonesia yang menggambarkan pentingnya literasi serta pengelolaan keuangan bagi PMI
Ilustrasi pekerja migran Indonesia (PMI) melakukan pencatatan dan perencanaan keuangan pribadi untuk mengelola penghasilan, tabungan, serta kebutuhan keluarga secara bijak.(Foto: Voiceindonesia.co)
Iklan
Temukan lebih banyak
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis
Peta

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Data menunjukkan remitansi PMI tahun 2024 mencapai Rp263,8 triliun dan menjadi penghasil devisa terbesar kedua setelah migas. Namun tanpa pengelolaan yang tepat, penghasilan besar tersebut tidak akan memberikan manfaat jangka panjang bagi PMI dan keluarganya.

1. Buat Anggaran Bulanan Sejak Awal

Iklan

Langkah pertama dalam mengelola keuangan adalah membuat anggaran bulanan yang jelas dan terukur. Tentukan berapa uang yang akan dikirim untuk keluarga, berapa yang disisihkan untuk tabungan pribadi, dan berapa untuk kebutuhan sehari-hari di negara penempatan.

Menyusun anggaran membantu PMI mengetahui kemana uang pergi dan memastikan tidak kehabisan dana sebelum akhir bulan. Prioritaskan pengiriman uang untuk kebutuhan penting keluarga seperti pendidikan anak, kebutuhan sehari-hari, dan biaya pengobatan.

Dengan merencanakan pengiriman uang secara rutin dan terencana, keluarga mendapat dukungan yang cukup tanpa mengganggu keuangan pribadi PMI. Anggaran yang baik juga membantu mengidentifikasi pos pengeluaran yang bisa dikurangi untuk meningkatkan tabungan.

2. Pisahkan Kebutuhan dari Keinginan

Banyak PMI yang terjebak dalam pola konsumtif karena pengaruh lingkungan kerja dan teman sebaya. Penting untuk memiliki skala prioritas yang jelas dalam setiap keputusan pembelian agar tidak menyesal di kemudian hari.

Tidak semua hal perlu dibeli karena terkadang pembelian hanya untuk memenuhi keinginan bukan kebutuhan. Timbul perasaan ingin bersaing dengan orang lain seperti membeli barang bermerek atau gadget terbaru yang sebenarnya tidak diperlukan.

Fokuskan pengeluaran pada hal yang benar-benar dibutuhkan dan hindari membeli barang yang tidak perlu. Dengan cara ini PMI bisa lebih fokus pada pengelolaan keuangan yang sehat dan terhindar dari gaya hidup konsumtif yang menguras tabungan.

Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Referensi Geografis
Panduan Kota & Daerah

3. Gunakan Layanan Pengiriman Uang Resmi

Pemilihan jasa pengiriman uang sangat menentukan berapa besar uang yang diterima keluarga di Indonesia. Masih banyak PMI yang menggunakan cara tidak aman seperti menitip uang pada teman yang mudik atau menggunakan jasa tidak resmi.

Layanan pengiriman uang tradisional seringkali memiliki biaya tersembunyi dan nilai tukar yang tidak menguntungkan. Menurut World Bank rata-rata biaya pengiriman uang global mencapai 6,04 persen yang artinya dari pengiriman Rp5 juta bisa terpotong sekitar Rp300 ribu.

Gunakan jasa remitansi resmi yang berizin dengan biaya transparan seperti layanan perbankan atau fintech terpercaya. Hindari jasa tidak resmi yang berisiko tinggi dan pastikan keluarga menerima jumlah uang sesuai yang dikirimkan tanpa potongan berlebihan.

4. Mulai Menabung atau Investasi Sejak Dini

Selain mengirim uang untuk keluarga, sangat penting untuk menabung dan berinvestasi untuk masa depan pribadi PMI. Dana ini berguna untuk kebutuhan mendatang seperti biaya pendidikan, membeli rumah, atau memulai usaha setelah kembali ke Indonesia.

Tabungan emas menjadi pilihan investasi yang tepat bagi PMI karena nilainya stabil dan terlindung dari inflasi. Emas merupakan instrumen safe haven yang tidak terpengaruh gejolak geopolitik atau ekonomi global dengan pertumbuhan rata-rata 12,5 persen per tahun.

Mulai menyisihkan minimal 10-20 persen dari penghasilan bulanan untuk ditabung atau diinvestasikan sejak bulan pertama bekerja. Dengan konsistensi menabung, PMI dapat memiliki aset berharga saat kembali ke tanah air dan tidak mulai dari nol lagi.

5. Hindari Utang Konsumtif dan Jaga Data Pribadi

Hindari berutang untuk memenuhi gaya hidup atau kebutuhan konsumtif karena utang dapat mengganggu rencana keuangan. Fokuskan pada pengeluaran yang memang dibutuhkan dan jangan tergiur tawaran pinjaman online ilegal yang marak menyasar PMI.

Banyak kasus PMI yang terjerat pinjaman online dengan bunga mencekik hingga kesulitan mengelola keuangan. Kelompok PMI menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan finansial karena memiliki daya beli tinggi namun akses edukasi keuangan terbatas.

Jaga kerahasiaan data pribadi dan nomor rekening bank dengan ketat. Data diri dan rekening jangan sembarangan diberikan kepada orang lain karena banyak kasus rekening PMI disalahgunakan untuk penipuan bahkan tindakan melanggar hukum.

Dengan pengelolaan keuangan yang baik, PMI dapat membangun aset bernilai dan mewujudkan cita-cita di tanah air setelah masa kontrak kerja berakhir. Manfaatkan remitansi untuk kegiatan ekonomi produktif seperti bisnis, usaha, atau investasi jangka panjang agar penghasilan dari luar negeri memberikan manfaat berkelanjutan bagi keluarga dan masa depan.

Pilihan Redaksi

Polri Luncurkan SIM Digital, Kini Tak Perlu Lagi Bawa Kartu FisikNasional

Polri Luncurkan SIM Digital, Kini Tak Perlu Lagi Bawa Kartu Fisik

Afifah·22 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#Edukasi

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Edukasi

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->-->