VOICEINDONESIA.CO, Gresik – Sebanyak 259 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, selesai dibangun hingga 19 Oktober 2026, dari total 356 koperasi berbadan hukum di wilayah itu.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencatat sebanyak enam gerai masih tahap pengerjaan dan 91 gerai belum dibangun. Dari total keseluruhan yakni 356 koperasi tersebut, 330 koperasi berada di desa dan 26 koperasi di kelurahan.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyatakan penyelesaian gerai menjadi tahapan untuk mendukung operasionalisasi koperasi.
“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk atau bangunan gerai yang selesai, tetapi juga dari kemampuan koperasi menjalankan usaha secara produktif,” kata Alif dalam keterangannya di Gresik, Minggu (25/10/2026).
Pemkab Gresik menetapkan 190 KDKMP sebagai sasaran verifikasi dan validasi kesiapan operasional. Penetapan itu mengacu pada data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES) dan rekomendasi lokasi yang dinyatakan siap diverifikasi oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
Alif menjelaskan percepatan operasionalisasi membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk pemerintah kecamatan dan desa serta dukungan TNI dan Polri. Ia menekankan pentingnya profesionalisme manajer koperasi dalam mengidentifikasi potensi ekonomi wilayah, menyusun strategi usaha, membangun kemitraan, dan mengelola bisnis secara akuntabel.
Menurutnya, manajer, pengurus, dan pengawas perlu menjalankan tugas sesuai kewenangan agar tata kelola koperasi berjalan baik.
Pemkab Gresik berharap koperasi menjadi wadah pengembangan produk unggulan desa dan kelurahan, memperluas akses pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membuka peluang kerja.























