Mereka meminta agar proses hukum berjalan adil dan hak-hak pekerja diprioritaskan dalam penyelesaian aset pailit.
“Para pekerja ini tidak menuntut lebih. Mereka hanya ingin apa yang sudah menjadi haknya dibayarkan sesuai hukum,” katanya.

Mereka meminta agar proses hukum berjalan adil dan hak-hak pekerja diprioritaskan dalam penyelesaian aset pailit.
“Para pekerja ini tidak menuntut lebih. Mereka hanya ingin apa yang sudah menjadi haknya dibayarkan sesuai hukum,” katanya.# Ringkasan Berita Ribuan eks karyawan PT Kertas Leces (Persero) menggugat Menteri Keuangan dengan nominal simbolis Rp1 ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menuntut pembayaran hak normatif yang belum dibayarkan selama 13 tahun sejak PHK. Gugatan ini bukan mencari sensasi, melainkan upaya hukum murni agar hak pekerja BUMN yang telah pailit dapat diselesaikan melalui penjualan aset lelang perusahaan. Nilai Rp1 dipilih sebagai simbol keadilan dan penghormatan terhadap hak pekerja, bukan untuk keuntungan materi.
Powered by Ajakin.id — AI Engine
Nasional⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Agenda pameran, job fair, dan seminar pilihan
Punya acara dan ingin diliput VOICE? Kerja samanya gratis — barter promosi.
Ajukan Kerja SamaLogin dulu untuk meninggalkan komentar.

Presiden Prabowo Minta Biaya Haji Dijaga agar Tak Memberatkan Jemaah
Nasional

Kebakaran Hutan di Bojonegoro Nyaris Lahap Bangunan Sekolah
Daerah

Presiden Prabowo Minta Tata Kelola Haji Dibersihkan, Dorong Audit Forensik Keuangan
Nasional

Ombudsman RI Paparkan Hasil Investigasi PIDI Ke Kemenkes
News

Residivis Curanmor Dihadiahi Timah Panas Oleh Polisi
Daerah

Menanti Taji Kemen P2MI Tanpa Berlindung Dibalik Amandemen

Pintu Tunggal Agensi Menyekat Pelindungan Pekerja Migran di Malaysia

Skandal SI Permit: Saat Negara Absen, Pekerja Migran Diperas hingga 145 Miliar

Risih Berita Viral, Pejabat Coba Pembungkaman Pers Terkait TPPO

Integrasi Data Real Time Perkuat Layanan Imigrasi