Internasional

Kemlu Belum Mau Evakuasi WNI di Iran, Apa Alasannya?

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co16 Januari 2026 pukul 16.14 WIB
Kemlu Belum Mau Evakuasi WNI di Iran, Apa Alasannya?
Iklan
Temukan lebih banyak
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis
Peta
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI belum akan mengevakuasi Warga Negara Indonesia di Iran meski beberapa negara sudah menyerukan warganya segera meninggalkan negara tersebut. Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl menyatakan langkah evakuasi belum diperlukan berdasarkan pemantauan situasi keamanan di Iran yang dinilai masih terkendali. Pemerintah memastikan WNI yang mayoritas pelajar dalam kondisi aman dan tidak terdampak aksi demonstrasi yang berlangsung. "Mengenai pemulangan ke Tanah Air, sejauh ini berdasarkan pengamatan atas kondisi di sana, belum diperlukan evakuasi," katanya pada Jumat (16/1/2026). Keputusan ini berbeda dengan langkah yang diambil India dan Polandia yang sudah menyerukan warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran. Kedutaan Besar India di Teheran pada Rabu (14/01/2026) malam waktu setempat menyarankan sekitar 10.000 warga India yang berada di Iran untuk meninggalkan negara tersebut dengan alat transportasi yang tersedia. "Warga negara India yang saat ini berada di Iran (mahasiswa, peziarah, pebisnis, dan turis) disarankan untuk meninggalkan Iran dengan alat transportasi yang tersedia," kata Kedutaan Besar India di Teheran dalam unggahan media sosial. Baca Juga : WNI di Iran Diminta Batasi Aktivitas dan Hindari Kerumunan Pemerintah Polandia lewat Kementerian Luar Negerinya juga telah menyerukan hal serupa kepada warganya. Menurut kelompok hak asasi manusia, penindakan keras pemerintah Iran terhadap protes massal telah menewaskan ribuan orang. Kemlu RI memastikan KBRI Teheran terus menjalin komunikasi dengan para WNI meski sempat terjadi kendala. Nabyl mengakui ada hambatan komunikasi akibat pembatasan internet yang diberlakukan Pemerintah Iran, namun sejak 12 Januari telepon lokal telah diaktifkan kembali. "KBRI terus berkomunikasi dengan para WNI tersebut. Meskipun sempat ada kendala komunikasi reguler akibat pembatasan internet, namun sejak 12 Januari telepon lokal telah diaktifkan kembali oleh Pemerintah Iran," ujarnya. KBRI Teheran menghimbau WNI agar tetap waspada dan menghubungi hotline apabila ada urgensi. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi di Iran yang semakin memanas. Ketegangan di kawasan semakin meruncing setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan militer terhadap Iran. Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada New York Times bahwa Netanyahu meminta presiden Amerika itu untuk menunda rencana serangan tersebut. Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan kepada AFP bahwa Saudi, Qatar, dan Oman juga telah memimpin upaya untuk membujuk Trump agar tidak menyerang Iran. Negara-negara tersebut khawatir akan dampak buruk yang serius di kawasan jika serangan militer terjadi. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Meratifikasi Konvensi ILO 188: Janji Kesejahteraan Bagi Pahlawan Laut Indonesia

Pilihan Redaksi

Polri Luncurkan SIM Digital, Kini Tak Perlu Lagi Bawa Kartu FisikNasional

Polri Luncurkan SIM Digital, Kini Tak Perlu Lagi Bawa Kartu Fisik

Afifah·22 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Internasional

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->