VOICE Indonesia
Internasional

Ketua Parlemen Iran: AS yang Harus Patuhi Kewajiban dalam MoU

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi1 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Ilustrasi suasana konflik antara Amerika Serikat dan Iran dengan latar kota yang hancur, kobaran api, dan asap pekat.
Ilustrasi suasana konflik antara Amerika Serikat dan Iran(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mendesak Amerika Serikat memenuhi seluruh ketentuan dalam nota kesepahaman (MoU) mengenai upaya penyelesaian konflik antara kedua negara, sekaligus menegaskan Iran tidak akan menyerah pada tekanan apa pun.

Ghalibaf, yang juga menjabat ketua tim negosiator Iran dalam perundingan dengan AS, menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuannya dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir yang bertindak sebagai mediator antara Iran dan AS, di Teheran.

"Kami sedang berupaya untuk menerapkan ketentuan memorandum dan Amerikalah yang harus mematuhi kewajibannya berdasarkan memorandum tersebut," tulis Ghalibaf di Telegram dilansir Selasa (25/8/2026).

Ia menegaskan kegagalan AS menerapkan nota kesepahaman tersebut justru menghambat stabilitas di kawasan sekaligus memicu ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat.

Ghalibaf menambahkan tekanan yang dilancarkan AS terhadap Iran tidak akan berpengaruh apa pun terhadap sikap Teheran.

Iran dan AS sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, namun tak lama setelah itu kedua negara kembali saling melancarkan serangan. Konflik tersebut hingga kini masih belum terselesaikan, meski tidak ada lagi aksi permusuhan yang berlangsung secara terbuka. Meski demikian, AS telah memutuskan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai upaya mengakhiri konflik dengan menciptakan kesulitan keuangan bagi Teheran.

Ringkasan AI

Teheran – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mendesak Amerika Serikat memenuhi seluruh ketentuan dalam nota kesepahaman (MoU) mengenai upaya penyelesaian konflik antara kedua negara, sekaligus menegaskan Iran tidak akan menyerah pada tekanan apa pun. Ghalibaf, yang juga menjabat ketua tim negosiator Iran dalam perundingan dengan AS, menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuannya dengan Kepala Sta

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Skandal SI Permit: Saat Negara Absen, Pekerja Migran Diperas hingga 145 MiliarEditorial

Skandal SI Permit: Saat Negara Absen, Pekerja Migran Diperas hingga 145 Miliar

VOICE Indonesia· 25 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.