VOICEINDONESIA.CO, Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengirimkan surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk meminta bantuan dalam menyelesaikan persoalan investasi Lembaga Pembangunan Tanah Federal (Federal Land Development Authority/Felda) di perusahaan kelapa sawit Indonesia, PT Eagle High Plantations Tbk (EHP).
Anwar mengatakan investasi tersebut dilakukan pada masa pemerintahan Perdana Menteri Malaysia sebelumnya, Najib Razak. Ia meminta Prabowo turut melihat persoalan yang dihadapi Felda terkait investasi tersebut.
"Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto, meminta beliau untuk juga melihat juga masalah ini," kata Anwar di Kuala Lumpur, dikutip dari Antara Minggu (23/8/2026).
Menurut Anwar, persoalan investasi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi Felda apabila tidak segera diselesaikan. Nilai kerugian yang mungkin ditanggung lembaga pemerintah Malaysia itu disebut dapat mencapai 2,5 miliar ringgit atau sekitar Rp11 triliun.
Anwar tidak menjelaskan secara rinci mengenai perkara yang tengah dihadapi Felda. Namun, berdasarkan laporan yang beredar, Felda hingga kini belum dapat memperoleh kembali seluruh dana yang telah diinvestasikan pada EHP.
Persoalan tersebut berkaitan dengan proses hukum di Indonesia yang ditempuh oleh perusahaan EHP sehingga pengembalian dana investasi Felda belum dapat dilakukan sepenuhnya.
Felda disebut hanya berpotensi mendapatkan pengembalian sekitar 200 juta ringgit atau Rp876 miliar dari total dana investasi yang sebelumnya ditanamkan.
Kondisi tersebut membuat pemerintah Malaysia berupaya mencari penyelesaian atas persoalan investasi yang dilakukan pada era pemerintahan Najib Razak tersebut.
Anwar pun berharap komunikasi dengan pemerintah Indonesia dapat membantu menemukan jalan keluar bagi Felda sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar terhadap lembaga tersebut.


























