VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan mencatat angka fatalitas kecelakaan kerja di Indonesia turun drastis 80 persen dari 49.170 pekerja pada 2024 menjadi 9.834 pekerja pada 2025.
Selain itu, jumlah kasus kecelakaan kerja secara keseluruhan juga menurun dalam setahun terakhir, dari 462.241 kasus pada 2024 menjadi 319.224 kasus.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor terus mendorong program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna menciptakan lingkungan kerja yang aman.
"Karena itu, Kemnaker terus menjalankan berbagai program keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 untuk menekan angka kecelakaan kerja. Penerapan industrial hygiene merupakan bagian dari upaya menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat," kata Afriansyah dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (25/5/2026).
Afriansyah menegaskan pentingnya menerapkan nilai industrial hygiene atau industri higienis untuk mengidentifikasi dan mengendalikan faktor bahaya di tempat kerja, guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pekerja.
"Tanpa industrial hygiene yang baik, potensi produktivitas tenaga kerja muda kita tidak akan tercapai secara maksimal," ujar Wamenaker.
Ia menjelaskan kapasitas kerja berkaitan erat dengan kondisi kesehatan dan keterampilan pekerja, sehingga peningkatan derajat kesehatan tenaga kerja perlu menjadi perhatian untuk mendukung produktivitas dan daya saing.
Menurutnya, kondisi kesehatan pekerja di Indonesia masih memerlukan perhatian, dan penerapan industrial hygiene dapat membantu mengenali serta mengendalikan kondisi lingkungan kerja yang berpotensi memengaruhi kesehatan pekerja.
Ia menambahkan kesadaran pengusaha dan pekerja terhadap pentingnya K3 perlu terus ditingkatkan, dengan penerapan K3 yang konsisten diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja di berbagai sektor.



























