VOICEINDONESIA.CO, Bangkok – Indonesia menyoroti optimalisasi implementasi Konvensi ILO No. 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan yang telah diratifikasi, sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda Open Session with International Labour Organization (ILO) di Senior Labour Officials Meeting (SLOM), Bangkok, Thailand, Selasa (25/8/2026).
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indah Anggoro Putri menegaskan penguatan pelindungan di sektor perikanan perlu mencakup tata kelola, standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengawasan ketenagakerjaan, pemenuhan hak-hak dasar, serta jaminan sosial bagi awak kapal perikanan.
Indah menyampaikan penegasan tersebut saat membacakan Country Statement dalam forum tersebut.
"Atas nama Pemerintah Indonesia, izinkan saya menyampaikan apresiasi kepada ILO," ujar Indah.
Ia menegaskan komitmen Kemnaker untuk terus bersinergi dengan ILO merespons perubahan dunia kerja dan memperkuat pelindungan pekerja, khususnya lewat berbagai inisiatif dalam agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional.
"Atas dukungan yang terus diberikan, khususnya melalui berbagai inisiatif memperkuat agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional," lanjutnya.
Indah menjelaskan perubahan dunia kerja berlangsung cepat seiring perkembangan teknologi digital, perubahan demografi, dan dinamika ekonomi global, sehingga membutuhkan kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif serta kolaborasi antarlembaga dan antarnegara.
Ia mengungkap hubungan Indonesia dan ILO selama ini telah diwujudkan lewat berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk bagi petugas layanan publik di bidang ketenagakerjaan. Sepanjang 2022-2026, program tersebut mencakup pelatihan Public Employment Services (PES) dan Start and Improve Your Business (SIYB), serta dukungan terhadap agenda strategis ketenagakerjaan di tingkat kawasan ASEAN.
"Ke depan, Indonesia menyambut terbuka perluasan cakupan kerja sama melalui pertukaran pengetahuan dan dialog kebijakan intensif," ungkapnya.
Indah menambahkan kerja sama tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan serta peluang di era future of work yang terus berkembang.
"Untuk menjawab berbagai tantangan serta peluang di era future of work," imbuhnya.
Di tingkat regional, Indonesia turut menekankan pentingnya kerja sama ASEAN-ILO yang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan negara anggota, dengan program yang diharapkan berorientasi pada hasil dan mampu menjawab kebutuhan ketenagakerjaan yang beragam di masing-masing negara.
"Indonesia berharap dapat terus menjalin hubungan erat dengan ILO dan seluruh negara anggota ASEAN dalam membangun pasar kerja yang kompetitif, tangguh, lincah, inklusif," tuturnya.
Ia menambahkan Indonesia turut berharap dapat siap mengantisipasi berbagai peluang maupun tantangan di masa depan bersama negara-negara anggota ASEAN lainnya.
"Serta siap mengantisipasi berbagai peluang maupun tantangan masa depan," pungkas Indah.


























