VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 resmi dibuka di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Mengusung semangat “City of New Lights”, perhelatan mode tahunan ini menghadirkan lebih dari 100 karya desainer Indonesia dan internasional sekaligus memperkuat ambisi Jakarta menjadi pusat mode Asia Tenggara.
Berlangsung hingga 1 November 2026, Jakarta Fashion Week 2027 menjadi panggung bagi kreativitas, inovasi, dan kolaborasi industri mode. Sejumlah desainer dari Singapura, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Korea Selatan, hingga Australia turut berpartisipasi dalam gelaran tersebut.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, industri mode memiliki peran strategis dalam pengembangan pariwisata berkualitas, khususnya melalui penguatan wisata belanja atau shopping tourism.
Menurutnya, karya desainer Indonesia dapat menjadi daya tarik wisata yang mendorong kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan pengeluaran selama berada di Tanah Air.
“Melalui pengembangan wisata belanja, kita berupaya meningkatkan pengeluaran wisatawan, memperkuat usaha lokal, serta memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai destinasi Indonesia,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi.
Widiyanti menambahkan, diplomasi mode atau fashion diplomacy juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia sekaligus memperkuat hubungan antarnegara.
Kementerian Pariwisata pun memiliki aspirasi menjadikan Jakarta sebagai pusat mode Asia Tenggara atau Fashion Capital of Southeast Asia.
“Kami berharap Jakarta Fashion Week terus memberdayakan generasi baru desainer, memperkuat industri mode Indonesia, serta memperluas jangkauan kreativitas bangsa ke panggung dunia,” ujarnya.
CEO GCMedia Group sekaligus Chairman Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, mengatakan JFW memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan industri mode Indonesia.
Menurut Svida, Jakarta Fashion Week tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga platform yang menghubungkan talenta, industri, dan peluang pasar.
Melalui tema “City of New Lights”, JFW 2027 menegaskan pentingnya keberagaman perspektif, kekuatan identitas kreatif, serta kolaborasi untuk menciptakan nilai tambah bagi ekosistem industri mode.
“Jakarta memiliki tempat dalam percakapan fashion dunia dan Jakarta Fashion Week memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan industri fashion Indonesia,” kata Svida.
Dia menilai, kolaborasi dan pertukaran pengetahuan menjadi kunci untuk memperluas jangkauan industri mode Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
Semangat kolaborasi tersebut juga diwujudkan melalui kerja sama dengan berbagai mitra internasional, di antaranya DORS Singapura, KOCCA Korea Selatan, serta Kedutaan Besar Australia melalui RMIT.
Selain itu, kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dan Indonesia Heritage Agency melalui program Waves of Weave turut menghadirkan perayaan wastra Nusantara, tekstil Asia Tenggara, serta kebaya yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. (rnm)






















