
Siswa Lulusan Sekolah Rakyat Dijanjikan Kerja di Luar Negeri

VOICEINDONESIA.CO, Mataram – Pemerintah pusat menjanjikan masa depan cerah bagi lulusan Sekolah Rakyat (SR) melalui skema beasiswa perguruan tinggi hingga peluang berkarier di luar negeri.
Kebijakan strategis ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem sekaligus mencetak generasi baru yang kompetitif di pasar kerja global.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) terkait pemberian beasiswa penuh bagi lulusan SR telah rampung.
Baca Juga: Trump Sebut Langkah Damai Israel-Lebanon Sebagai “Ruang Bernafas”
Dengan demikian, persoalan finansial tidak lagi menjadi penghambat bagi siswa dari kelompok paling tidak mampu untuk meraih gelar sarjana.
"Bagi yang ingin ke perguruan tinggi diberikan beasiswa lengkap. Bagi yang mau menjadi pekerja terampil, termasuk pekerja terampil ke luar negeri, dibimbing oleh pemerintah," kata Mensos Saifullah Yusuf dalam Musrenbang Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Kamis (16/4/2026).
Program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan afirmasi pendidikan yang dirancang khusus untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan secara optimal.
Baca Juga: Pengadaan Motor Listrik MBG Disorot KPK, BGM Klaim Sudah Sesuai Aturan
Mensos berharap para lulusan SR nantinya dapat pulang sebagai agen perubahan bagi keluarga dan lingkungan asal mereka.
Terkait infrastruktur, Mensos menargetkan setiap kabupaten, kota, hingga provinsi di Indonesia minimal memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat yang mampu menampung 1.000 siswa.
Fasilitas yang disediakan pun tergolong mewah dan modern untuk menjamin percepatan kualitas belajar-mengajar.
Para siswa akan tinggal di asrama dengan tanggungan biaya hidup penuh, mulai dari seragam, makan tiga kali sehari, hingga camilan.
Dari sisi teknologi, setiap siswa dan guru dibekali laptop, serta proses pembelajaran dilakukan menggunakan papan tulis digital berbasis Learning Management System (LMS).
"Ini adalah persembahan negara untuk anak-anak yang paling tidak mampu dalam rangka percepatan pendidikan mereka untuk mengejar ketertinggalan bertahun-tahun. Jadi yang lain tidak boleh iri karena ini khusus untuk mereka," pungkas Mensos Saifullah Yusuf. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan! Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



