
19 Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Beroperasi Penuh

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan sebanyak 19 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) telah rampung 100 persen dan mulai beroperasi secara penuh.
Salah satu titik di Bulukumba bahkan mencatatkan prestasi membanggakan dengan melakukan ekspor perdana ke pasar internasional.
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto Darwin, menjelaskan bahwa dari total 65 titik yang direncanakan pada tahap pertama, 19 di antaranya sudah siap digunakan. Sementara itu, sisa pembangunan lainnya rata-rata telah mencapai progres fisik sebesar 80 persen.
Baca Juga: DPR Tegaskan Negara Harus Hadir Lindungi PMI dari Hulu ke Hilir"Dari 65 titik yang kita bangun, 19 sudah selesai 100 persen dan beroperasi. Sisanya rata-rata progresnya sudah mencapai 80 persen," ujar Doni dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Beberapa lokasi yang telah beroperasi penuh tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Tolitoli, Bumiharjo, Pujiharjo, Lebetawi, Gebang Mekar, Karang Duwur, hingga Poncosari.
Keberhasilan program ini dibuktikan oleh KNMP Bentenge di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang telah mengekspor hampir satu ton ikan segar ke Arab Saudi pada 9 Januari 2026 lalu.
Baca Juga: Serapan Tenaga Kerja SMK di Jabar Lesu, Ini PenyebabnyaProgram strategis ini bertujuan memberdayakan masyarakat pesisir melalui penyediaan infrastruktur pendukung yang lengkap. KKP memastikan setiap KNMP dilengkapi dengan dermaga, jalan, drainase, penerangan listrik, serta fasilitas teknis seperti cold storage (gudang pendingin), pabrik es, bengkel nelayan, kios logistik, hingga stasiun pengisian bahan bakar (SPBUN).
Pemerintah menargetkan sebanyak 35 titik akan rampung pada akhir Januari 2026 ini, meski proses pengerjaan sempat terkendala cuaca ekstrem.
Adapun target akhir untuk seluruh 65 titik pembangunan dijadwalkan selesai pada Mei 2025 (periode pengerjaan) dan diharapkan segera terutilisasi secara maksimal pada pertengahan tahun ini untuk mendorong ekonomi lokal.(af/hi)
Pilihan Redaksi: Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



