
DPR Wanti-wanti Politisasi dalam Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa

Baca Juga: BPJS Mulai Gencarkan Edukasi JKN Usai UU PRT Disahkan “Jangan sampai kebijakan ini menjadi alat politik di mana posisi ini diisi oleh orang-orang yang dekat dengan pihak-pihak yang berkuasa, atau diisi oleh kader-kader dari partai tertentu,” tegas Mufti di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Selain isu politisasi, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyoroti nasib masyarakat lokal yang telah lama berkontribusi dalam operasional awal KDMP tanpa kepastian insentif. Ia mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan afirmatif bagi tenaga kerja lokal agar tidak tersisih oleh sistem rekrutmen terpusat yang baru. Baca Juga: Jumbo Jadi Pintu Gerbang Baru Sineas Film Indonesia Ekspansi ke Pasar Internasional Menurutnya, pemahaman terhadap konteks lokal merupakan kunci keberhasilan program desa. “Banyak program desa gagal bukan karena konsepnya buruk, tapi karena orang yang menjalankan tidak punya keterikatan dengan masyarakat,” paparnya. Lebih lanjut, Mufti menekankan bahwa manajer yang terpilih nantinya harus memiliki kompetensi mumpuni dalam mengelola koperasi modern, termasuk kedisiplinan keuangan dan kemampuan menjaga kepercayaan anggota. KDMP diharapkan dapat terhubung langsung dengan kebutuhan riil warga, seperti distribusi pangan, akses pupuk, hingga pemasaran hasil produksi. Mufti mengingatkan bahwa keadilan dalam proses seleksi sejak awal adalah fondasi utama untuk menjaga legitimasi program di mata publik. Ia menilai jika proses rekrutmen sudah menimbulkan rasa ketidakadilan, maka kepercayaan masyarakat desa terhadap fondasi ekonomi ini akan runtuh. “Karena koperasi tidak cukup dijalankan hanya dengan semangat program pemerintah tapi juga membutuhkan kedisiplinan, akuntabilitas keuangan, dan kemampuan menjaga kepercayaan anggota,” pungkasnya. (af/hi) Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



